Muhaimin: Ulama dan Budaya Jadi Fondasi Masyarakat Berdaya
Menko PM Muhaimin IskandarHaul Ulama dan Habaib Betawi 2026 di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Juni 2026. Ia menyebut tradisi haul penting untuk meneruskan nilai keislaman, kebangsaan, dan pembentukan karakter generasi.
Pentingnya tradisi haul bagi pembentukan karakter
Muhaimin menjelaskan tradisi haul tidak sekadar mengenang, tetapi juga meneladani perjuangan para ulama dan habaib. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan menjadi bekal penting dalam membentuk generasi bangsa yang tangguh.
“Haul menjadi tradisi untuk menelusuri, meneladani, dan meneruskan perjuangan ulama dalam membangun karakter bangsa. Para ulama telah membentuk mental, akhlak, dan sumber daya manusia yang tangguh sejak sebelum kemerdekaan,”
Budaya Betawi dan identitas Jakarta
Menko PM memberi apresiasi pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang aktif menjaga dan mengangkat budaya Betawi. Ia menilai pelestarian seni dan tradisi lokal bukan hanya soal hiburan, tetapi bagian dari pembangunan manusia dan pemberdayaan masyarakat.
“Tidak untuk dipakai ngamen, tapi untuk menjadi kebanggaan Jakarta. Hidup masyarakat Betawi,”
Muhaimin juga menekankan bahwa pelestarian budaya memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang berakar pada tradisi sekaligus bersaing di kancah global.
“Insyaallah, 500 tahun Jakarta ini betul-betul bisa menjadi kota yang bersaing secara global. Benar-benar menjadi kota yang maju dan unggul dalam segala aspek, terutama aspek spiritual serta aspek kekuatan akhlak dan mentalitas umatnya,”
Arah pembangunan dan peran ulama
Selain budaya, Muhaimin menegaskan pembangunan bangsa harus mencakup aspek karakter, mentalitas, dan nilai-nilai spiritual. Ia menyatakan peran ulama, habaib, dan tokoh agama tetap vital dalam proses pembangunan nasional.
“Pak Presiden Prabowo sekarang sedang membuat arah baru pembangunan. Banyak yang salah paham dengan arah baru ini, namun sabar saja.
Insyaallah tidak lebih dari dua tahun akan ada perubahan-perubahan penting bagi kemajuan umat dan masyarakat,”
Harapan dan kesinambungan
Muhaimin berharap haul ini menjadi tradisi tahunan yang mempererat hubungan ulama dan masyarakat. Ia menilai kegiatan seperti ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat serta menjaga persatuan bangsa.
Kesimpulannya, pertemuan di Monas menegaskan bahwa selain pembangunan fisik dan ekonomi, penguatan budaya dan karakter melalui peran ulama menjadi kunci untuk mencapai masyarakat yang maju dan berdaya.
Berita Terkait
Komisi XIII Usulkan Status Baru untuk Dokter Muda Belum Lulus UKNPD
Komisi XIII usulkan status hukum untuk lulusan profesi dokter yang belum lulus UKNPD, memberi kepastian akad...
Wamen ESDM Tinjau Jargas CNG Sleman, Target 160.000 SR 2026
Wamen ESDM Yuliot tinjau Jargas CNG Sleman dan umumkan target 160.000 sambungan rumah 2026 untuk perluas ene...
Menteri PU Bentuk Satgas Hadapi El Nino 2026
Kementerian PU membentuk satgas khusus untuk antisipasi El Nino 2026-2027, fokus pada pengeboran air dalam,...
Mahasiswa Apresiasi DPR Hubungi Pemerintah, Tunggu Realisasi Komitmen
Presiden Mahasiswa Trisakti apresiasi DPR yang hubungi pemerintah soal aspirasi. Mereka menunggu realisasi k...
BPBL Hadirkan Akses Listrik untuk Warga Terpencil
BPBL diluncurkan di Purworejo untuk memberi akses listrik bagi rumah tangga terpencil, sejalan arahan pemera...
DPR Dorong Evaluasi Batas Masa Studi Pendidikan Dokter
Komisi XIII DPR minta evaluasi Batas Masa Studi (BMS) pendidikan dokter dan moratorium sementara hingga ada...