BPBL Hadirkan Akses Listrik untuk Warga Terpencil
Kementerian ESDM menegaskan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi wujud kehadiran negara untuk menghadirkan akses listrik bagi warga kurang mampu. Peluncuran penyalaan perdana berlangsung di Dusun Krembeng, Desa Hadimulyo, Purworejo, pada Jumat, 19 Juni 2026, dan dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Program dan sasaran
BPBL ditujukan kepada rumah tangga yang belum menikmati sambungan listrik. Program ini dijalankan bersama PT PLN secara sistematis dan menyasar daerah terpencil, terisolir, serta wilayah yang belum layak secara komersial untuk investasi.
Pelaksanaan BPBL selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia terkait pemerataan penerangan nasional, sehingga penyediaan listrik diposisikan sebagai bagian dari layanan publik yang harus dinikmati semua warga negara.
Peluncuran dan pernyataan menteri
Pada prosesi penyalaan perdana di Dusun Krembeng, Menteri ESDM menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak setiap warga negara. Pada kesempatan itu Menteri juga menyerahkan token listrik kepada salah satu penerima bantuan.
Bahlil menegaskan penyediaan akses energi listrik bagi masyarakat tanpa terkecuali karena setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Penyediaan akses penerangan ini juga wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang sulit mendapatkan akses listrik.
Manfaat langsung bagi masyarakat
Kementerian menilai sambungan listrik akan mengubah kehidupan sehari-hari penerima bantuan. Akses listrik mendukung aktivitas rumah tangga, meningkatkan peluang usaha mikro, dan membuka akses pendidikan serta informasi.
Dengan listrik, anak-anak di rumah bisa belajar lebih lama, pelaku usaha kecil dapat memperpanjang jam operasional, dan keluarga memperoleh akses media informasi yang lebih luas. Secara keseluruhan, listrik menjadi pondasi penting untuk pengembangan sumber daya manusia.
Capaian program hingga 2025
Program Lisdes dan BPBL telah berjalan beberapa tahun dan menunjukkan capaian nyata di berbagai provinsi. Berikut capaian yang dilaporkan hingga 2025:
| Program | Capaian hingga 2025 | Keterangan |
|---|---|---|
| Program Lisdes | 1.403 lokasi | Terbentang dari Aceh hingga Papua Selatan |
| BPBL | 220.845 rumah tangga | Termasuk 19.161 rumah tangga di Jawa Tengah |
Implikasi dan langkah ke depan
Pemerintah menyatakan akan melanjutkan program ini secara terencana untuk menjangkau wilayah yang belum mendapat layanan listrik. Dengan fokus pada kawasan terpencil, targetnya tidak hanya menambah sambungan, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi dan akses pendidikan.
Keberlanjutan program bergantung pada koordinasi antar-kementerian dan dukungan operasional dari PLN. Jika berjalan konsisten, BPBL dan Lisdes diharapkan memperkecil kesenjangan akses energi di tingkat nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...
Mendag: Perlindungan Hak Pekerja Bukan Instrumen Politik
Mendag Budi Santoso menegaskan perlindungan hak pekerja bukan alat politik dan menekankan penanganan kerja p...
Produksi Padi Jan–Agust 2026 Capai 43,89 Juta Ton
Produksi padi Januari–Agustus 2026 tercatat 43,89 juta ton GKG, naik 0,07%; luas panen 8,32 juta ha dan prod...
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...