Harga Pangan Pasca Iduladha Terkendali, Pemerintah Perkuat Intervensi
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga pangan pasca-Iduladha 1447 H/2026 M masih terkendali dan pemerintah memperkuat intervensi pasar untuk menjaga pasokan serta keterjangkauan. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada 1 Juni 2026, menyusul pemantauan kondisi pasokan dua hari setelah Iduladha.
Kondisi umum dan risiko global
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menilai neraca pangan nasional relatif kuat meski dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik yang bisa mengganggu rantai pasok.
"Kalau kita bicara kondisi harga pangan, kita harus bersyukur dengan situasi global dunia hari ini yang tidak menentu. Tapi kondisi neraca pangan kita secara nasional masih cukup kuat,"
Ia menambahkan percepatan intervensi sebelum dan setelah Iduladha membantu menahan kenaikan harga di tingkat konsumen. Penurunan inflasi nasional pada April 2026 juga disebutnya sebagai indikator positif.
Harga komoditas strategis
Bapanas memantau harga beberapa komoditas strategis yang sebagian besar masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP). Berikut data pantauan per 29 Mei 2026:
| Komoditas | Harga (Rp/kg) | Keterangan |
|---|---|---|
| Beras medium (nasional) | Rp13.456 | Turun 0,19% mingguan |
| Bawang merah | Rp47.185 | Di atas HAP |
| Cabai merah keriting | Rp60.638 | Di atas HAP |
| Daging ayam ras | Rp38.385 | Di bawah HAP |
| Telur ayam ras | Rp29.469 | Di bawah HAP |
Intervensi pemerintah
Pemerintah menjalankan beberapa program untuk menstabilkan harga dan mendukung produsen. Langkah utama meliputi penyerapan panen, penyaluran beras SPHP, dan bantuan pangan.
- Penyerapan beras dari petani pada harga produsen Rp6.500/kg.
- Penyaluran SPHP beras total 507 ribu ton (Januari–Mei 2026): 221 ribu ton perpanjangan 2025 dan 286 ribu ton bagian SPHP 2026.
- Penyaluran jagung SPHP untuk membantu peternak menghadapi harga pakan tinggi.
- Bantuan pangan beras dan minyak goreng oleh Perum Bulog kepada 15,4 juta KPM dari target 33,2 juta KPM.
- Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 5.037 kali di 417 kabupaten/kota hingga akhir Mei 2026.
Tantangan distribusi
Maino menyoroti distribusi sebagai tantangan utama. Sentra produksi yang tersebar dan waktu panen yang berbeda antarwilayah menyebabkan tekanan lokal pada pasokan dan harga.
"Yang menjadi catatan kita bersama itu distribusi. Karena sentra-sentra produksi belum merata di semua wilayah dan periode panennya juga berbeda-beda antarwilayah,"
Oleh karena itu, intervensi difokuskan tidak hanya pada stabilisasi harga konsumen tetapi juga memberikan kepastian harga bagi produsen.
Prospek ketahanan pangan
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian menyatakan ketahanan pangan Indonesia semakin kuat. Menurutnya, porsi impor pangan pokok strategis kini hanya sekitar 4–5%, sementara sekitar 96% dipenuhi produksi dalam negeri.
Pemerintah berkomitmen mengurangi ketergantungan impor lewat percepatan produksi domestik dan menargetkan pengurangan impor gula konsumsi pada 2026 setelah menghentikan impor beras umum dan jagung pakan sejak 2025.
Dengan program yang terus dijalankan, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga dapat dipertahankan menjelang musim panen berikutnya.
Berita Terkait
Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Selesai, Pejabat Tinggalkan Gedung Pancasila
Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Gedung Pancasila berakhir pukul 10.30 WIB; Presiden Prabowo da...
Gatot Kenang Ryamizard: Visioner yang Wujudkan Hal Mustahil
Gatot Nurmantyo mengenang Ryamizard Ryacudu sebagai visioner yang mewujudkan proyek sulit, termasuk membuka...
Prabowo: Pancasila Pegangan Bangsa di Tengah Gejolak Dunia
Presiden Prabowo tekankan Pancasila sebagai pegangan bangsa dan dasar kebijakan, disampaikan pada peringatan...
KSAD Maruli: Warisan Ryamizard bagi TNI AD
KSAD Maruli menyatakan Ryamizard Ryacudu meninggalkan warisan besar untuk TNI AD, terutama pada latihan, fas...
Sesmenko: Pancasila Jadi 'Jangkar Moral' Hadapi Turbulensi Global
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono sebut Pancasila sebagai "jangkar moral" dalam menghadapi turbulen...
Kemenbud Dorong Pemulangan Benda Budaya dari Belanda
Kemenbud mendorong pembahasan repatriasi setelah laporan investigasi menemukan indikasi rampasan pada sejuml...