Olahraga

Guardiola Tolak Tawaran Melatih Timnas Italia, Pilih Istirahat

Bagikan:
Pep Guardiola menolak tawaran melatih timnas Italia dan memilih istirahat bersama keluarga

Pep Guardiola menolak tawaran Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk menjadi pelatih tim nasional Italia. Keputusan ini diambil setelah pertemuan antara Direktur Teknik FIGC dan Guardiola, yang berlangsung di Barcelona. Guardiola mengatakan ia ingin beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga setelah masa tugasnya di Manchester City berakhir. Keputusan tersebut membuat FIGC kembali membuka pencarian pengganti Gennaro Gattuso.

Penolakan Guardiola dan alasannya

Menurut laporan, Paolo Maldini, Direktur Teknik FIGC, menemui Guardiola untuk membahas proyek rekonstruksi timnas. Guardiola dianggap sebagai sosok yang bisa mengembalikan prestise Gli Azzurri. Namun ia menolak tawaran itu karena ingin mengambil jeda dari dunia kepelatihan.

Tak ada niat untuk melatih sementara ini. Saya ingin mundur sebentar dan fokus bersama keluarga untuk beberapa waktu.

Keputusan ini bersifat final untuk saat ini. Guardiola menegaskan prioritasnya adalah istirahat, bukan melanjutkan proyek kepelatihan di level internasional.

Kandidat pengganti yang kembali dipertimbangkan

Setelah penolakan Guardiola, FIGC disebut kembali mempertimbangkan beberapa nama bergengsi. Dua nama yang muncul kuat adalah Roberto Mancini dan Andrea Pirlo. Keduanya punya rekam jejak dan pemahaman mendalam tentang sepak bola Italia.

Di antara keduanya, Andrea Pirlo disebut sebagai kandidat paling kuat. Meski begitu, belum ada kepastian apakah ia akan menerima jika ditawari. FIGC masih menilai kesiapan masing-masing kandidat sebelum membuat keputusan akhir.

Langkah FIGC dan konteks rekonstruksi

FIGC sedang menjalankan program pembenahan menyeluruh setelah perubahan struktur kepengurusan. Paolo Maldini bersama Leonardo diberi mandat untuk membangun kembali fondasi sepak bola nasional. Salah satu tugas mereka adalah mencari pengganti Gennaro Gattuso yang sesuai dengan visi jangka panjang.

Italia dikenal memiliki banyak pelatih lokal berpengalaman. Dalam beberapa dekade terakhir, pelatih asal Italia seperti Marcello Lippi dan Roberto Mancini pernah membawa prestasi bagi tim nasional. Hal ini menjadi pertimbangan FIGC dalam memilih arsitek baru timnas.

Prospek ke depan

Proses seleksi akan berlanjut dalam beberapa minggu mendatang. FIGC perlu menyeimbangkan antara ambisi jangka pendek dan rencana pembangunan jangka panjang. Pilihan pelatih kelak akan menentukan arah taktik dan regenerasi pemain di level internasional.

Untuk saat ini, fokus FIGC adalah menyusun kriteria yang jelas dan mencari kandidat yang bersedia bekerja sesuai timeframe yang ditetapkan. Keputusan akhir diharapkan menjawab kebutuhan rekonstruksi sepak bola Italia.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait