Prakiraan Harga Emas Pekan Depan: Gejolak Geopolitik dan Politik AS
Harga emas dunia diperkirakan bergerak fluktuatif pekan depan akibat eskalasi konflik Timur Tengah, dinamika politik AS, dan kebijakan bank sentral. Analis Ibrahim Assuaibi memaparkan proyeksi ini di Jakarta, Minggu, 20 September 2026.
Prakiraan harga dan level teknis
Ibrahim mencatat penutupan harga emas akhir pekan lalu di level USD4.378 per troy ons. Untuk pekan depan, ia memproyeksikan support di USD4.250 dan resistance di USD4.533 per troy ons.
Penerjemahan ke pasar domestik menunjukkan rentang pergerakan harga emas batangan. Ibrahim memperkirakan support di Rp2,62 juta per gram dan resistance di Rp2,82 juta per gram.
“Sehingga harga logam mulia minggu depan, diprakirakan bergerak di rentang Rp2,62 juta per gram untuk level support. Sedangkan di level resistansi harga logam mulia diprakirakan sebesar Rp2,82 juta per gram,” ujar Ibrahim.
Faktor pemicu: geopolitik dan energi
Menurut Ibrahim, eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi pemicu utama gejolak harga emas. Pertikaian antara kelompok Houthi, Arab Saudi, AS, dan Iran mengganggu jalur pasokan energi.
Perang Rusia-Ukraina yang kembali memanas dan menargetkan kilang memperburuk gangguan pasokan minyak global. Kondisi ini menahan harga minyak tetap tinggi.
Ibrahim memprakirakan harga minyak untuk pekan mendatang berada di kisaran USD90,30–USD102,50 per barel.
Dinamika politik AS dan kebijakan moneter
Situasi politik menjelang pemilu sela AS juga memberi tekanan pada pasar. Ibrahim menyebut persaingan ketat Partai Republik dan Demokrat, serta isu-isu terkait dukungan politik, sebagai faktor yang meningkatkan ketidakpastian.
“Eskalasi konflik Timur Tengah, akan menjadi pemicu utama fluktuasi harga emas dunia. Situasi perpolitikan di Amerika Serikat jelang pemilu sela serta kebijakan bank sentral AS ikut mempengaruhi pergerakan harga emas,” ujar Ibrahim.
Selain itu, ia mengamati ketegangan antara Presiden Trump dan Ketua the Fed, Kevin Warsh, terkait kebijakan suku bunga. Perbedaan pandangan ini menambah volatilitas pasar.
Dampak terhadap rupiah dan pasar domestik
Ibrahim memperkirakan nilai indeks dolar AS akan bergerak pada level 99,40 hingga 101,20. Tekanan dolar dapat mendorong pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
“Sehingga ada kemungkinan nilai tukar rupiah akan kembali di atas Rp18.000 per dolar AS. Kalau rupiah kembali di atas 18 ribu, sangat wajar kalau harga logam mulia menuju level Rp2,82 juta per gram pekan depan,” ujar Ibrahim.
Dengan kondisi tersebut, kenaikan harga emas domestik ke level resistance menjadi skenario yang mungkin terjadi.
Outlook dan risiko ke depan
Gabungan risiko geopolitik dan kebijakan moneter menjaga tingkat ketidakpastian tinggi. Investor dan pelaku pasar disarankan memantau perkembangan konflik dan keputusan suku bunga bank sentral AS.
Pergerakan selanjutnya masih tergantung pada eskalasi geopolitik serta respons kebijakan moneter global, yang akan menentukan arah harga emas pekan mendatang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...