Ahmad Muzani: KUII Ke-8 Jadi Wadah Persatuan Umat Islam
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Ke-8 penting untuk menyatukan umat Islam di saat ketidakpastian politik dan pertahanan global. Pembukaan KUII ini digelar di Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026, sebagai respons terhadap tantangan zaman dan kondisi dunia yang menurutnya sedang 'galau'.
Momentum di tengah ketidakpastian global
Muzani menilai momentum penyelenggaraan KUII Ke-8 tepat karena situasi politik dan pertahanan dunia yang tidak menentu. Ia menyebut kongres berperan sebagai forum penyatuan pandangan umat untuk menghadapi tantangan bersama.
"Kongres Umat Islam ke-8 momentumnya tepat ketika dunia dalam keadaan galau. Ketidakpastian tentang situasi politik dan pertahanan, karena itu kongres ini menjadi penting,"
Jejak sejarah sebagai fondasi persatuan
Menurut Muzani, setiap KUII selalu muncul pada saat bangsa membutuhkan konsensus moral dan politik. Ia mengingatkan bahwa KUII pertama pada 1943 diselenggarakan ketika Indonesia masih bergulat dengan kepastian kemerdekaan.
Tokoh-tokoh umat Islam waktu itu, termasuk Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy'ari, berhasil menyatukan pandangan berbeda untuk menghadapi perubahan situasi penjajahan. Hasil kongres pertama menegaskan tekad bersama bahwa Indonesia harus merdeka.
"Di situlah disatukan pandangan dari berbagai macam kalangan umat Islam yang berbeda-beda paham, berbeda-beda mazhab, berbeda-beda aliran. Mereka bersatu menegaskan Indonesia harus merdeka, tekad Indonesia yang harus merdeka,"
Agenda kongres dan fokus pembahasan
Muzani menyebut kongres-kongres berikutnya membahas isu-isu strategis yang relevan bagi umat. Pada KUII Ke-8, beberapa fokus utama yang disebut antara lain:
- Pengembangan sumber daya manusia
- Pemberdayaan ekonomi umat dan penguatan ekonomi syariah
- Dakwah dan pendidikan keagamaan
- Pemanfaatan teknologi informasi
- Isu akhlak dan moralitas sosial
Dampak persatuan bagi bangsa
Ia menegaskan inti seluruh kongres adalah menyatukan komponen umat Islam sebagai bagian terbesar bangsa. Menurut Muzani, persatuan umat akan memperkuat negara dan memudahkan penyelesaian berbagai persoalan sosial.
Muzani mencontohkan beberapa masalah konkret yang bisa teratasi lewat kebersamaan, antara lain kekurangan guru, persoalan pondok pesantren, serta penguatan ekonomi berbasis syariah untuk membangkitkan ekonomi umat.
"Paling inti adalah bagaimana Kongres Umat Islam yang Pertama, Kedua, sampai ke-8 ini tetap menyatukan komponen umat Islam sebagai bagian terbesar Indonesia. Sebab, jika umat Islam bersatu, maka umat bersatu, bangsa berdaulat, negara pasti akan kuat,"
Dengan merujuk pengalaman sejarah dan agenda kontemporer, Muzani menempatkan KUII Ke-8 sebagai upaya strategis untuk memperkokoh kedaulatan bangsa melalui persatuan umat dan penguatan kapasitas sosial-ekonomi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MK Wajibkan Operator Sediakan Pilihan agar Sisa Kuota Tak Hangus
MK memerintahkan operator menyediakan pilihan agar sisa kuota internet tetap aktif dan bisa digunakan hingga...
Menteri PU: Berita ASN Meninggal karena Cuti Ditolak Adalah Hoaks
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan kabar ASN meninggal akibat cuti sakit ditolak adalah hoaks; pemeriksaan...
KSP: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Hanya Dampingi Petugas Pajak
KSP menegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas hanya mendampingi petugas DJP, tanpa kewenangan penagihan atau pe...
Kepala BGN Ajak Masyarakat dan Media Awasi Program MBG
Kepala BGN Sudaryono mengajak masyarakat dan media mengawal Program Makan Bergizi Gratis demi layanan sesuai...
LPDS Luncurkan e-Learning UKW, Soroti Turunnya Kompetensi Wartawan
LPDS meluncurkan e-learning UKW pada HUT ke-38 untuk menjawab penurunan kompetensi wartawan di tengah melimp...
North Hub Mulai Fabrikasi FPSO, Target Produksi Perdana 2028
Fabrikasi FPSO Bahtera Haluan Lestari dimulai di Tanjung Balai Karimun; North Hub ditargetkan produksi gas p...