Gatot Kenang Ryamizard: Visioner yang Wujudkan Hal Mustahil
Gatot Nurmantyo mengenang almarhum Ryamizard Ryacudu pada Senin, 1 Juni 2026, sebagai sosok visioner yang mampu mewujudkan gagasan dianggap mustahil. Gatot menyoroti peran Ryamizard dalam membuka akses jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Aceh pascatsunami 2004, serta kontribusinya pada penguatan organisasi TNI Angkatan Darat.
Kenangan Gatot terhadap kepemimpinan Ryamizard
Menurut Gatot, keberanian Ryamizard mengambil keputusan berbeda menjadi ciri khas kepemimpinannya. Ia menilai gagasan-gagasannya sering melampaui cara pandang orang di sekitarnya namun terbukti berhasil.
Beliau yang menentukan dalam TMMD membuat jalan dari Banda Aceh sampai Teunom. Saat itu banyak yang menganggap tidak mungkin karena jalurnya putus-putus akibat tsunami.
Beliau minta harus dilakukan dan akhirnya bisa terwujud, sampai batas waktu yang ditentukan, jalur itu berhasil tembus.
Saya katakan beliau itu yang saya anggap tidak masuk akal karena pikiran saya tidak sampai ke sana. Beliau mempunyai visi yang benar-benar bisa dipercaya dan akhirnya terbukti.
TMMD Aceh: membuka akses di medan sulit
Proyek pembangunan jalan di Aceh setelah tsunami 2004 menghadapi medan rusak dan jalur terputus di banyak titik. Meski banyak pihak meragukan, Ryamizard mendorong pelaksanaan TMMD untuk menghubungkan wilayah terdampak.
Upaya itu, menurut Gatot, berhasil sesuai target. Pembangunan akses jalan yang semula dianggap mustahil akhirnya tersambung, membuka kembali mobilitas dan distribusi bantuan di kawasan terdampak.
Warisan bagi profesionalisme TNI AD
Selain inisiatif pembangunan, Gatot juga menyoroti kontribusi Ryamizard dalam pengembangan organisasi TNI AD. Salah satu warisan penting adalah pembentukan Batalyon Raider, yang ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur prajurit.
- Pendorong pembentukan Batalyon Raider untuk peningkatan kemampuan tempur.
- Pelaksana program TMMD yang membuka akses di wilayah sulit pascabelas.
- Kebijakan dan gagasan yang menjadi fondasi pengembangan TNI AD.
Beliau juga yang membentuk Batalyon Raider. Kiprah beliau untuk menjadikan angkatan darat yang profesional sangat besar.
Profil singkat Ryamizard Ryacudu
Ryamizard pernah menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2002–2005. Pada era pemerintahan Presiden ke-7, ia dipercaya sebagai Menteri Pertahanan periode 2014–2019. Ryamizard meninggal dunia pada usia 75 tahun.
Penutup
Pengakuan Gatot terhadap Ryamizard menegaskan bahwa visi kepemimpinan dan keputusan strategis dapat menghasilkan dampak jangka panjang. Warisan berupa kebijakan dan pembentukan unit khusus masih dirasakan dalam struktur dan kemampuan TNI AD hingga kini.
Berita Terkait
Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Selesai, Pejabat Tinggalkan Gedung Pancasila
Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Gedung Pancasila berakhir pukul 10.30 WIB; Presiden Prabowo da...
Harga Pangan Pasca Iduladha Terkendali, Pemerintah Perkuat Intervensi
Bapanas: harga pangan pasca-Iduladha 2026 masih terkendali, pemerintah perkuat penyaluran SPHP dan program s...
Prabowo: Pancasila Pegangan Bangsa di Tengah Gejolak Dunia
Presiden Prabowo tekankan Pancasila sebagai pegangan bangsa dan dasar kebijakan, disampaikan pada peringatan...
KSAD Maruli: Warisan Ryamizard bagi TNI AD
KSAD Maruli menyatakan Ryamizard Ryacudu meninggalkan warisan besar untuk TNI AD, terutama pada latihan, fas...
Sesmenko: Pancasila Jadi 'Jangkar Moral' Hadapi Turbulensi Global
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono sebut Pancasila sebagai "jangkar moral" dalam menghadapi turbulen...
Kemenbud Dorong Pemulangan Benda Budaya dari Belanda
Kemenbud mendorong pembahasan repatriasi setelah laporan investigasi menemukan indikasi rampasan pada sejuml...