Harga BBM Nonsubsidi Turun, Bahlil: Ikuti Dinamika ICP
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri: Harga mengikuti harga minyak dunia
Bahlil menjelaskan mekanisme penentuan harga BBM nonsubsidi. Ia menyebut perubahan mengikuti dinamika Indonesian Crude Price (ICP). Menurutnya, jika harga minyak global turun maka harga eceran akan terkoreksi turun otomatis.
"BBM yang nonsubsidi itu harganya itukan memang akan mengikuti harga pasar dunia Indonesian Crude Price (ICP). Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi,"
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga di masa depan juga bergantung pada pasar global. Badan usaha swasta akan menyesuaikan harga sesuai perubahan harga minyak dunia.
"Tapi kalau naik, pasti juga akan naik dan sekarang kan lagi turun. Kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu, sekarang kan lagi turun kan,"
Rincian penyesuaian harga
Penyesuaian berlaku mulai Agustus 2026 untuk wilayah DKI Jakarta. Beberapa produk mengalami penurunan, sementara produk bersubsidi tetap dipatok pada harga lama.
| Produk | Harga sebelumnya (Rp/liter) | Harga baru (Rp/liter) |
|---|---|---|
| Pertamax | 16.250 | 15.950 |
| Pertamax Turbo | 19.300 | 18.300 |
| Pertamax Green | 17.000 | 16.600 |
| Pertalite (subsidi) | 10.000 | 10.000 |
| Solar (subsidi) | 6.800 | 6.800 |
| Dexlite | - | 19.700 |
| Pertamina Dex | - | 21.150 |
Penyesuaian oleh badan usaha swasta
Selain Pertamina, badan usaha swasta juga melakukan koreksi harga. Perubahan tersebut bervariasi antarproduk dan jenis bahan bakar.
- SPBU BP: BP Ultimate turun dari Rp17.240 menjadi Rp16.760 per liter.
- BP 92 turun dari Rp16.670 menjadi Rp16.130 per liter.
- BP Ultimate Diesel naik dari Rp21.340 menjadi Rp21.910 per liter.
- SPBU Shell: V-Power Diesel naik menjadi Rp21.910 per liter dari Rp21.340 per liter.
Dampak dan prospek
Bahlil menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian bertumpu pada kondisi geopolitik dan pasar minyak global. Ia juga menekankan perlindungan kepada konsumen melalui harga produk bersubsidi.
"Ya tergantung kondisi geopolitik dunia. Tapi yang penting gini lho. Yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik, itu yang paling penting,"
Perkembangan harga BBM nonsubsidi akan terus dipantau seiring fluktuasi pasar minyak global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bahlil: Kaderisasi adalah Ruh Akar Beringin Golkar
Bahlil tekankan pentingnya kaderisasi dan koreksi internal melalui ToT Akademi Partai Golkar 2026 untuk menj...
KSP: Lebih dari 100 Kapal Ekspor Tertahan Karena Aturan LTJ
KSP menyebut lebih dari 100 kapal ekspor sempat tertahan akibat ketidakpastian aturan logam tanah jarang, pr...
Prabowo Terima PM Thailand Anutin di Istana Merdeka
Presiden Prabowo akan menerima PM Thailand Anutin di Istana Merdeka, 3–4 Agustus 2026, dengan agenda bilater...
DPR: Pagar Tinggi di Mal Belum Jadi Ancaman Keamanan Nasional
Dave Laksono menyatakan pagar tinggi di mal belum menunjukkan ancaman keamanan nasional dan meminta masyarak...
Pemerintah Percepat Ambang Kandungan LTJ pada Produk Ekspor
Pemerintah percepat penetapan ambang kandungan LTJ pada produk ekspor lewat rapat koordinasi di Bina Graha,...
Plafon KUR 2026 Masih Tersedia, UMKM Diminta Memanfaatkan
Pemerintah membuka sisa plafon KUR 2026; realisasi Rp169 triliun ke 2,65 juta debitur hingga 22 Juli 2026. U...