Nasional

Kemendikdasmen Dorong Kompetensi Guru Vokasi Seni dan Budaya

Bagikan:
Pelatihan guru vokasi seni dan budaya di Yogyakarta memamerkan karya peserta

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong peningkatan kompetensi guru vokasi bidang seni dan budaya melalui Gelar Karya hasil pelatihan upskilling dan reskilling yang diselenggarakan oleh BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta. Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, pada Selasa, 28 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya menyesuaikan keterampilan guru dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Tujuan dan penyelenggara

Acara yang menjadi wadah apresiasi karya guru vokasi itu bertujuan mendorong pengembangan kompetensi yang relevan dengan industri. Pelatihan dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan teknis dan wawasan teknologi, tanpa mengabaikan nilai seni dan budaya.

Karya peserta dan inspirasi pembelajaran

Salah satu peserta, I Kadek Agus Satya Dwi Putra dari SMKN 1 Sukawati, Bali, menampilkan karya bertema Pembelajaran Mendalam. Karya tersebut menekankan pentingnya pelestarian budaya yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi secara bijak.

"Melalui karya ini saya ingin menggambarkan bahwa pembelajaran bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan. Tetapi juga menumbuhkan kesadaran, menjaga budaya, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun optimisme peserta didik untuk meraih cita-citanya," ujar Kadek.

Transisi antara pelatihan dan praktik di sekolah diharapkan mendorong siswa untuk terus berkarya dan berinovasi berdasarkan pengalaman guru selama program magang.

Pengetahuan baru dari praktik industri

Guru lain, Hari Sonata dari SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, menyatakan pelatihan memberi pengetahuan baru tentang teknik glasir keramik yang diperoleh melalui pembelajaran di industri. Ia berharap metode dan formula glasir yang dipelajari dapat ditularkan kepada siswa sehingga mereka mampu berinovasi sendiri.

"Kami berharap ilmu yang kami peroleh dapat kami tularkan kepada siswa. Sehingga mereka tidak hanya mampu mengaplikasikan glasir, tetapi juga dapat meracik formula sendiri dan menciptakan inovasi baru dalam karya keramik," kata Hari Sonata.

Pandangan pejabat Kemendikdasmen

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa seni bukan sekadar kreativitas, melainkan mengandung makna dan nilai. Ia juga menekankan peran teknologi sebagai pendukung proses berkarya, namun menekankan bahwa keaslian dan kreativitas harus tetap menjadi inti.

"Karya seni bukan sekadar hasil kreativitas, tetapi juga memiliki makna, nilai, dan jiwa. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses berkarya, namun kreativitas dan keaslian tetap harus menjadi ruh utama," ujar Fajar.

Dampak dan harapan ke depan

Kemendikdasmen berharap pelatihan ini memperkuat kompetensi guru vokasi sehingga pembelajaran menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjaga nilai seni dan budaya Indonesia. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas lulusan vokasi yang peka terhadap budaya dan siap bersaing di dunia kerja.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait