Faura Ghaisan Lulus IPDN, Teruskan Cita-cita Ayah
Purna Praja asal Lampung, Faura Ghaisan, resmi menyelesaikan pendidikan empat tahun di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan dilantik sebagai bagian dari 1.204 Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto pada 29 Juli 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang.
Kelulusan dan pelantikan
Faura menyelesaikan masa pendidikan pada Program Studi Keuangan Publik. Upacara pelantikan berlangsung di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu, 29 Juli 2026.
Acara itu menandai berakhirnya masa pendidikan formal Faura dan 1.203 rekan purna praja lainnya yang akan mengabdi di pemerintahan daerah maupun institusi terkait.
Motivasi dan warisan keluarga
Keputusan Faura untuk masuk IPDN dipengaruhi oleh pesan dan cita-cita keluarga. Ayahnya, alumni Angkatan ke V, meninggal dunia pada 2018. Faura menyatakan keberhasilan ini adalah kelanjutan dari harapan keluarga.
"Alhamdulillah saya berhasil survive dalam empat tahun ini. Awalnya saya masuk ke sini itu atas dasar dari cita-cita orang tua saya, yang juga alumni di sini, yaitu almarhum Ayah saya,"
Faura mengenang pesan ayahnya untuk meneruskan perjuangan keluarga dan bahkan berupaya menjadi lebih baik dari pendahulu.
Rencana karier dan penempatan
Sebagai lulusan Prodi Keuangan Publik, Faura menegaskan fokusnya pada perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah. Ia berharap kemampuan tersebut dapat meningkatkan tata kelola keuangan di daerah penempatan kelak.
"Fokus tentang pemerintahan, khususnya saya dari Prodi Keuangan Publik. Diharapkan dapat menjadi aparatur sipil negara yang dapat merencanakan pembangunan penganggaran daerah dengan baik,"
Ketika ditanya mengenai kesiapan ditempatkan di berbagai daerah, Faura menyatakan kesediaan penuh untuk menerima penugasan di mana pun diperlukan.
Harapan keluarga
Ibu Faura, Zainun, menaruh harapan besar agar kedua anaknya menjadi pelayan publik yang berdedikasi. Kakak Faura, M Fareza Akbar, juga alumni IPDN lulusan 2024, memberikan pesan khusus kepada adiknya.
"Harapan saya kepada Faura dan juga mungkin kakaknya yang sama-sama alumi dari sini, dapat menjadi abdi negara. Abdi negara yang bekerja dengan sungguh-sungguh untuk bangsa dan negaranya, kemudian juga menjaga nama baik dari almamater, dan Indonesia pada umumnya,"
"Pesan saya untuk adik, semoga lebih baik ke depannya dan lebih baik dari ayah dan saya, berguna untuk bangsa,"
Faura keluar dari IPDN dengan dukungan keluarga yang ingin melihatnya berkontribusi nyata pada pengelolaan keuangan daerah. Prospek penempatan dan implementasi program nantinya akan menentukan dampak nyata dari pendidikan yang telah ditempuh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
APINDO: Penerapan AI Harus Berorientasi People-Center
APINDO mendorong penerapan AI yang menempatkan pekerja sebagai pusat, melalui reskilling, short course, dan...
Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Digelar 8 Agustus di Malang
HPK menggelar Kongres Kebudayaan Nusantara 8 Agustus 2026 di Malang untuk merumuskan arah pemajuan kebudayaa...
KPPU: AI Harus Perluas Manfaat Informasi tanpa Menggerus Media
Ketua KPPU: AI harus memperluas manfaat informasi tanpa menggerus keberlanjutan media; kerja sama KPPU–KTP2J...
Anak Buruh Bangunan Aji Bayu Jadi Lulusan Terbaik IPDN
Aji Bayu Ramadhan, putra buruh bangunan asal NTT, dinobatkan lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII 2026 denga...
Menekraf: Kolaborasi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Digital
Menkeraf dorong kolaborasi dengan platform digital untuk perkuat ekosistem ekonomi kreatif digital dan perlu...
Doa Ibu Antarkan Faza Albana, Purna Praja IPDN Asal Aceh
Doa dan dukungan ibu Chamisah membantu Faza Albana menuntaskan pendidikan IPDN; momen haru terjadi saat Faza...