Akademisi Apresiasi Fam Trip Disbuparekraf Sumut
Medan, 15 Oktober — Assoc. Prof. Dr. Yi Ying SS M.Lit M.Pd menyambut positif kegiatan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbuparekraf) Sumatera Utara yang menggelar Fam Trip. Ia menilai inisiatif itu berpotensi memperluas pangsa pasar pariwisata Sumut melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan dan akademisi.
Respons akademisi terhadap Fam Trip
Yi menyebut kegiatan Fam Trip sebagai langkah strategis untuk keluar dari pola kerja yang terfragmentasi. Menurutnya, kolaborasi antar lembaga dan akademisi memungkinkan pengembangan destinasi yang lebih terarah.
"Saya melihat Fam Trip ini sebagai salah satu inisiatif yang sangat luar biasa dari Disbuparekraf Sumut, selama ini kita hanya berjalan sendiri-sendiri, kini dengan kolaborasi yang lakukan kita bisa bersama-sama memajukan pariwisata di Sumut,"
Ia mengapresiasi upaya awal yang sudah berjalan dan mendorong agar program serupa dilanjutkan secara berkala agar hasilnya berkelanjutan.
Strategi segmentasi dan pemetaan pasar
Yi menekankan pentingnya pemetaan segmen wisatawan. Ia menyarankan pengelompokan berdasarkan usia dan status keluarga untuk menyesuaikan produk wisata dengan kebutuhan pengunjung.
"Saya memandang, kita perlu mempertajam lagi dalam hal pengelompokan usia para wisatawan agar menyesuaikan pasar wisatanya. Misal untuk wisatawan yang sudah berkeluarga, segmen anak muda, itu berbeda."
Dengan segmentasi yang jelas, pengelola destinasi dapat membuat paket yang lebih relevan dan meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun mancanegara.
Peran akademisi dan langkah ke depan
Menurut Yi, keterlibatan akademisi yang memahami kebudayaan menjadi nilai tambah dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Ia mendorong penyusunan paket-paket wisata yang dipetakan berdasarkan segmen.
Selain itu, Yi mengusulkan pembangunan platform banyak bahasa untuk menjangkau wisatawan asing dan mempermudah pemasaran. Ia yakin pendekatan ini dapat menjadi jalan untuk "menjual segala potensi wisata Sumut" secara lebih efektif.
"Saya berharap ke depan kerja sama ini lebih luas lagi, dan kita sudah bisa mulai petakan paket-paket segmen wisata seperti apa dan kita membuat platform banyak bahasa. Ini potensi yang sangat besar bagi kita untuk menjual segala potensi wisata sumut,"
Langkah selanjutnya adalah memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, menyusun paket yang terukur, dan menguji respons pasar lewat program Fam Trip lanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
FPRMI Aceh Resmi Dilantik, Janji Perkuat Profesionalisme Pers
Pengurus FPRMI Aceh dilantik di Banda Aceh (14/10/2026), berkomitmen tingkatkan profesionalisme, edukasi med...
Praktisi Minta Penyelidikan Dugaan Fee 25% pada Proyek Jembatan Labura
Praktisi hukum minta penyelidikan dugaan fee 25% pada proyek Jembatan Rambin Pantai 1 di Labuhanbatu Utara;...
Sumut Masuk 10 Nominasi Jamsostek Award 2026, Target Cakupan 53,26%
Sumut masuk 10 nominasi Jamsostek Award 2026; Pemprov targetkan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan 53,26...
Surya: Peresmian 232 SPPG Sumut Tak Boleh Hanya Seremoni
Wagub Sumut Surya minta peresmian 232 SPPG di Sumut tak berhenti pada seremoni; layanan MBG harus konsisten...
Karyawan Didakwa Tipu Investor Janjikan Bunga 10% dalam 7 Hari
Karyawan swasta didakwa menipu dengan janji bunga 10% dalam 7 hari; korban rugi sekitar Rp255 juta dan melap...
Polda Sumut Tindak Gudang Diduga Oplosan Tabung Gas Subsidi
Polda Sumut membentuk tim untuk menindak gudang di Percut Seituan yang diduga mengoplos tabung gas subsidi d...