Gunung Sinabung Erupsi, BPBD Imbau Warga Jaga Jarak dan Pakai Masker
MEDAN — Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi pada Senin sekitar pukul 10.17 WIB. Aktivitas vulkanik dilaporkan masih berlangsung, meski sebaran abu vulkanik di sejumlah daerah termasuk Berastagi mulai berkurang. BPBD Sumut dan BPBD Karo terus memantau perkembangan dan mengimbau warga untuk tetap waspada.
Kondisi terkini dan status aktivitas
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Sinabung saat ini berada pada Level II (Waspada). Erupsi tercatat terjadi pada sekitar pukul 10.17 WIB dan aktivitasnya masih berlangsung hingga laporan ini disusun.
"Erupsi terjadi sekitar pukul 10.17 WIB dan sampai saat ini masih berlangsung. Namun, untuk debunya di beberapa daerah seperti Berastagi sudah mulai berkurang,"
Imbauan BPBD dan aturan jarak aman
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, meminta masyarakat untuk tidak mendekati titik erupsi. Petugas menetapkan larangan mendekati radius dua kilometer dari sumber erupsi dan menutup akses ke beberapa objek wisata yang berdekatan dengan kawah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati radius dua kilometer dari lokasi erupsi. Jangan panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas,"
Dampak abu dan upaya mitigasi
Abu vulkanik yang terbawa angin menjadi perhatian utama BPBD. Warga di wilayah terdampak diminta memakai masker saat terjadi hujan abu. BPBD Sumut bersama BPBD Karo sedang mengupayakan distribusi masker, khususnya ke kawasan Berastagi.
- Gunakan masker dan pelindung mata saat hujan abu.
- Hindari aktivitas di luar ruangan bila memungkinkan.
- Patuhi arahan petugas dan informasi resmi.
Respons dan kesiapsiagaan
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa atau dampak serius akibat erupsi. Petugas BPBD tetap siaga dan menempatkan personel di lapangan. Posko pengungsian belum didirikan karena belum ada kebutuhan evakuasi terpusat, namun pihak berwenang menyatakan siap membuka pos jika situasi mengharuskan.
Beberapa warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga, masjid, gereja, atau kantor pemerintahan sebagai langkah antisipasi. BPBD menegaskan kesiagaan untuk melakukan evakuasi jika kondisi memburuk.
Tuahta kembali menekankan pentingnya ketenangan sekaligus kewaspadaan. Ia meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas di lapangan untuk menghindari risiko lebih lanjut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Muhammadiyah Serahkan Rp33 Juta untuk Perbaikan SD Muhammadiyah 28
Majelis Dikdasmen PNF PDM Medan serahkan Rp33 juta untuk perbaikan dua ruang kelas SD Muhammadiyah 28 akibat...
Harga Ikan di Pasar Petisah Medan Naik 10–20%
Harga ikan di Pasar Petisah Medan naik 10–20% akibat pasokan menurun karena cuaca dan kondisi 'terang bulan'...
Kejaksaan Padanglawas Perjelas Pendampingan Hukum kepada Pemda
Kejaksaan Negeri Padanglawas menggelar silaturahim dengan pers (31/8) dan menegaskan pendampingan hukum untu...
Pendemo Desak Reformasi Pelayanan Paspor di Imigrasi Langsa
Warga Langsa demo di Kantor Imigrasi tuntut perbaikan layanan paspor, ganti rugi korban maladministrasi, dan...
Polsek Tanjung Morawa Tangkap Pelaku Penganiayaan di Deliserdang
Polsek Tanjung Morawa menangkap SA pada 19 Agustus 2026 terkait penganiayaan dua orang di gudang serbuk kayu...
DPRD Deliserdang Duga 'Pengantin' Pemenang Tender Revisi RTRW Rp1,8 M
DPRD Deliserdang menduga ada rekayasa tender revisi RTRW senilai Rp1,8 miliar; lelang ulang melahirkan pemen...