Lokal

Abu Gunung Sinabung Hujani Berastagi, Warga Diminta Pakai Masker

Bagikan:
Debu vulkanik menutupi jalan Berastagi, warga memakai masker sebagai perlindungan

KARO — Kota wisata Berastagi dan Merdeka di Kabupaten Karo dihujani material debu vulkanik dari Gunung Sinabung pada Senin (31/8). Seluruh warga dan pengunjung di dua kecamatan itu tetap mengenakan masker untuk mencegah ISPA meski belum ada laporan dampak signifikan.

Kronologi dan data pengamatan

Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung mencatat semburan kolom debu setinggi sekitar ±3.500 meter di atas puncak (±5.960 meter di atas permukaan laut). Kolom abu terlihat berwarna hitam dengan intensitas tebal, mengarah ke timur dan tenggara.

Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sekitar 1 jam 1 menit 48 detik. Berdasarkan pengamatan tersebut, status Gunung Sinabung ditetapkan pada Level II (waspada).

Rekomendasi keselamatan dan zona berbahaya

Pos Pengamatan merekomendasikan masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Pihak pengamat juga menetapkan zona aman sebagai berikut:

  • Radius 3 km dari puncak untuk keseluruhan sektor radial.
  • Radius 4,5 km untuk sektor selatan-timur.

Masyarakat yang tinggal dekat sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta waspada terhadap potensi bahaya lahar. Pemerintah Kabupaten Karo diimbau terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan dan otoritas terkait.

Respons instansi dan mitigasi di lapangan

Forkopimca, dipimpin Kapolsek Berastagi AKP Dedy Syaputra Ginting, melakukan aksi cepat tanggap. Petugas membagikan ratusan kotak masker kepada warga dan pengguna jalan di pusat kota wisata Berastagi. Selain itu, mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Karo dikerahkan untuk melakukan penyiraman jalan guna menekan debu beterbangan.

Dampak kesehatan dan layanan medis

Sampai pelaporan ini dibuat, rumah sakit dan puskesmas di dua kecamatan belum menerima pasien yang memerlukan penanganan khusus akibat material debu. Meski demikian, langkah pencegahan tetap diperketat untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan masyarakat.

"Selain itu, masyarakat dan pengunjung diharapkan tetap mematuhi arahan yang telah disampaikan, guna mencegah penyakit akibat material debu vulkanik Gunung Api Sinabung,"

Kapolsek Berastagi AKP Dedy Syaputra Ginting mengimbau agar warga dan wisatawan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengikuti arahan resmi dari pos pengamatan.

Pemantauan akan terus dilanjutkan oleh Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung. Masyarakat di kawasan rawan diimbau tetap tenang, waspada, dan mengikuti petunjuk evakuasi apabila kondisi berubah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait