Wakapolri Soroti Perubahan Pola Ekstremisme di Era Digital
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, memperingatkan perubahan pola ancaman ekstremisme di era digital pada Kamis, 21 Mei 2026. Ia menekankan perlu strategi baru karena ancaman kini muncul lewat ruang digital, simpatisan lepas, dan jejaring yang terbentuk oleh algoritma. Dedi menyatakan langkah pencegahan harus melibatkan berbagai pihak untuk menangkal radikalisasi dini di masyarakat.
Perubahan pola ancaman
Dedi menggambarkan pergeseran dari bentuk organisasi besar yang mudah dipetakan menjadi struktur yang terfragmentasi dan bergerak melalui individu atau kelompok kecil. Menurutnya, arus informasi global cepat memengaruhi kondisi sosial lokal dan menciptakan ancaman yang glocal—menggabungkan dimensi global dan lokal sekaligus.
"Kita sedang menghadapi perubahan besar. Ancaman tidak lagi selalu hadir dalam bentuk organisasi besar yang mudah dipetakan, tetapi berkembang melalui ruang digital, simpatisan lepas, hingga jejaring yang dibentuk oleh algoritma,"
Data dan kerentanan generasi muda
Wakapolri menyoroti meningkatnya kerentanan anak dan remaja terhadap paparan ekstremisme di ruang digital. Data Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri per 19 Mei 2026 mencatat 115 anak tergabung dalam True Crime Community (TCC) dan 132 anak terpapar radikalisme di berbagai wilayah Indonesia. Dedi menilai angka ini perlu ditangani lewat pencegahan sejak dini agar tidak berkembang menjadi ancaman serius.
Strategi: pendekatan ekologi berlapis
Untuk merespons ancaman baru, Polri mengarahkan Densus 88 menggunakan pendekatan ekologi berlapis. Pendekatan ini melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, dan ruang digital sebagai sistem perlindungan bersama. Penerapan model ini ditujukan untuk mendeteksi dan mencegah potensi risiko sejak tahap awal.
Konsep operasionalnya diwujudkan lewat pembangunan ekosistem "Rumah Aman Menuju Sekolah Aman", di mana Polri bertindak sebagai penghubung koordinasi lintas pihak dalam upaya deteksi dan mitigasi risiko.
Peran kolaborasi lintas sektor
Dedi menegaskan bahwa upaya menanggulangi ekstremisme tidak dapat diserahkan pada satu institusi saja. Ia mendorong kolaborasi antara aparat keamanan, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, tokoh agama, akademisi, platform digital, dan masyarakat sipil.
"Ancaman ekstremisme tidak dapat diputus oleh satu institusi. Keamanan masa depan dibangun melalui kolaborasi,"
Respons Densus 88
Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Sentot Prasetyo, menyatakan pihaknya memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif. Fokusnya pada deteksi dini, asesmen risiko, dan penguatan ketahanan generasi muda terhadap pengaruh berbahaya di ruang digital.
Upaya tersebut menunjukkan pergeseran kebijakan dari pendekatan represif ke langkah pencegahan holistik. Ke depan, efektivitas program tergantung pada koordinasi antar-pemangku kepentingan dan kemampuan platform digital menekan penyebaran konten ekstremisme.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PU Turunkan Satgas dan Pompa, 3 Hektare Terbakar di Banjar
Kementerian PU turunkan Satgas dan peralatan untuk atasi karhutla di Banjar; sekitar tiga hektare terdampak...
Fadli Zon Apresiasi Pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur'an
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi pengukuhan 10.000 guru Al-Qur'an di Masjid Istiqlal saat pembukaa...
BPS: Masyarakat Bisa Ajukan Pembaruan Data DTSEN
BPS membuka jalur pengajuan pembaruan data DTSEN; perubahan desil berlaku setelah verifikasi dan perhitungan...
PELNI Buka Pengangkutan Gratis Bantuan Gempa Flores
PELNI Cabang Kupang buka pengangkutan gratis untuk bantuan korban gempa Flores; pengiriman dilayani nasional...
Pemerintah Tambah 1.500 TNI Perkuat Penanganan Karhutla Kalbar
Pemerintah kerahkan 1.500 TNI, enam helikopter, dan tingkatkan OMC untuk mempercepat penanganan karhutla di...
Bantuan Kapolri Tiba di Labuan Bajo untuk Korban Gempa Flores
Logistik bantuan Kapolri mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo pada 22 Agustus 2026 untuk mendukung warga...