Kemenekraf Jajaki Kolaborasi dengan iQIYI untuk Perkuat Konten Lokal
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki kerja sama dengan platform hiburan digital asal Tiongkok, iQIYI, untuk memperkuat pengembangan konten lokal agar dapat menembus pasar global. Pembahasan dilakukan dalam audiensi pada 21 Mei 2026, dengan fokus pada subsektor film, animasi, dan video serta konten digital berbasis cerita lokal.
Tujuan dan fokus kolaborasi
Kemenekraf mengarahkan kerja sama ini untuk meningkatkan kualitas produksi dan daya saing industri kreatif nasional. Kolaborasi ditujukan pada penguatan storytelling berbasis budaya lokal serta transfer pengetahuan teknis dan kreatif.
"Kementerian Ekraf ingin Indonesia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang bertumpu pada inovasi, kreativitas. Dan kekuatan cerita lokal,"
Cakupan kerja sama
Dalam pertemuan, kedua pihak membahas beberapa area kerja sama utama. Fokusnya mencakup pengembangan kapasitas talenta, distribusi karya ke pasar global, dan peluang kolaborasi pada ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
- Subsektor yang disasar: film, animasi, video
- Pengembangan kemampuan storytelling dan produksi
- Peluang distribusi internasional melalui platform digital
Peluang untuk talenta dan rumah produksi
Kemenekraf menilai kerja sama lintas negara dan lintas industri penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen konten yang kompetitif. Transfer pengetahuan dan peningkatan kualitas talenta menjadi prioritas dalam rencana kolaborasi.
"Ekonomi kreatif merupakan mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, kerja sama yang dibangun juga diharapkan menghadirkan transfer pengetahuan dan penguatan kualitas storytelling berbasis konten lokal,"
Posisi iQIYI di pasar Indonesia
iQIYI merupakan platform streaming yang menyediakan film, serial drama, variety show, anime, serta konten orisinal Asia. Untuk memperluas kehadirannya di Indonesia, platform ini telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan lokal, termasuk Maxstream dan Vision+, dalam pengembangan konten lokal.
"Kami ingin menjadi jembatan kolaborasi budaya dan industri dengan menghadirkan lebih banyak produksi lokal serta membuka peluang kerja sama bersama rumah produksi Indonesia,"
Implikasi dan langkah berikutnya
Jika terwujud, kolaborasi ini berpotensi membuka pasar internasional bagi karya Indonesia dan mempercepat profesionalisasi talenta kreatif lokal. Pembahasan masih akan dilanjutkan untuk detail program pelatihan, pilot project produksi, dan mekanisme distribusi internasional.
Berita Terkait
Komnas: Prioritaskan Pemulihan Korban Kasus Ponpes Pati
Komnas Perempuan minta pemulihan menyeluruh bagi puluhan santriwati korban dugaan kekerasan di Ponpes Ndholo...
DPD: Arah Kebijakan Ekonomi 2027 Fokus pada Pemerataan
DPD menilai RAPBN 2027 menempatkan pemerataan dan keadilan sosial sebagai prioritas, menyoroti peran UMKM, d...
BKKBN: Penguatan SDM Bebas Stunting Jadi Prioritas Nasional
Budi Setiyono minta penguatan SDM bebas stunting, reformasi pendidikan, dan birokrasi jadi prioritas untuk w...
Potensi Ekonomi Kurban 2026 Diperkirakan Rp26,89 Triliun
IDEAS memperkirakan potensi ekonomi kurban 2026 senilai Rp26,89 triliun dari 1,59 juta ekor hewan dan potens...
Menteri PPPA Serukan Lawan Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyerukan lawan kekerasan pada perempuan dan anak di Jakarta, 21 Mei 2026, seraya...
Rekrutmen Bintara PK TNI AU Mei–Juni 2026 Dibuka
TNI AU membuka pendaftaran Bintara PK 18 Mei–20 Juni 2026 untuk lulusan SMA/SMK/MA/D3; seleksi pusat Agustus...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!