Maranatha Melaju ke Final dengan Hanya 5 Pemain
Tim putri Universitas Kristen Maranatha memastikan tiket ke babak final Campus League 2026 – Basketball Regional Bandung setelah mengalahkan Universitas Padjadjaran (Unpad) 64-36 pada Kamis (21/5) di Gymnasium UPI, Bandung. Kemenangan ini berdasar pada komposisi unik: hanya lima pemain aktif tanpa rotasi cadangan, namun disiplin bertahan dan eksekusi taktik yang rapi membawa mereka lolos ke tingkat nasional.
Laga di Gymnasium UPI
Pertandingan di Gedung Gymnasium UPI berlangsung ketat pada awalnya, namun Maranatha mampu mengambil kendali berkat intensitas defensif dan efisiensi serangan. Skor akhir mencatat keunggulan telak 64-36 untuk tim putri Maranatha.
Kemenangan ini menjadi kejutan karena lawan—Unpad—datang dengan reputasi kuat. Meski demikian, daya juang dan fokus pemain Maranatha membuat perbedaan signifikan sepanjang 40 menit permainan.
Kunci Kemenangan
Pelatih Arif Gunarto mengatakan kematangan mental dan kedisiplinan bertahan menjadi faktor penentu. Para pemain menjalani porsi latihan harian yang konsisten sehingga mampu menahan beban bermain tanpa istirahat di bangku cadangan.
"Walaupun kami hanya memiliki 5 orang pemain inti yang berpengalaman, mereka berjuang mati-matian untuk menang melawan Unpad yang juga tampil tangguh," ujar Coach Arif. "Kita cuma ada lima pemain karena yang empatnya masih kurang (secara sistem). Saya bilang sama pemain, ‘Kita fight aja, lima pemain enggak apa-apa. Asal kita defense yang bagus.’ Ternyata berjalan dengan baik."
Coach Arif menambahkan bahwa kondisi fisik para pemain tetap terjaga dan tak ada laporan cedera usai laga. "Puji Tuhan enggak ada yang cedera," katanya.
Menuju Final dan Rencana Nasional
Di partai puncak, Maranatha akan menghadapi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), yang sebelumnya menyingkirkan tuan rumah UPI dengan skor 61-44. Pelatih Arif menegaskan tim tidak akan menurunkan intensitas latihan maupun fokus persiapan meski komposisi pemain terbatas.
Keberhasilan melaju ke tingkat nasional ini sekaligus menunjukkan bahwa kualitas mentalitas dan kesiapan taktikal dapat mengungguli keunggulan kuantitas pemain. Hasil di Bandung menjadi bukti bahwa persiapan dan disiplin bisa menutup keterbatasan sumber daya pemain.
Dengan semifinal yang telah dilalui, perhatian kini tertuju pada final dan bagaimana Maranatha mempertahankan level permainan sambil mengatur beban fisik pemain agar siap bersaing di putaran nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...
Meydiana Laviola Bawa Merah Putih dengan Kebaya Prada Bali
Meydiana Laviola tampil sebagai pembawa bendera dengan kebaya Prada Bali karya Ghea Panggabean pada penutupa...
Meydiana Reinnamah Jadi Flag Bearer dengan Prada Bali
Meydiana Reinnamah jadi pembawa bendera Indonesia di Closing Asian Games 2026, mengenakan kebaya Prada Bali...
Alcaraz Melaju ke Semifinal Japan Open Usai Shapovalov Mundur
Carlos Alcaraz melaju ke semifinal Japan Open 2026 setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat skor 7...
Bartunkova Singkirkan Sabalenka, Lolos 16 Besar China Open
Nikola Bartunkova menyingkirkan Aryna Sabalenka 6-4, 6-3 pada babak ketiga China Open 2026 di Beijing, melaj...