DPD: Arah Kebijakan Ekonomi 2027 Fokus pada Pemerataan
DPD RI menilai arah kebijakan ekonomi dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 menempatkan pemerataan dan keadilan sosial sebagai prioritas. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung pada Kamis, 21 Mei 2026, menyusul paparan kebijakan fiskal pemerintah untuk tahun anggaran mendatang.
Prioritas: pemerataan dan keadilan sosial
Tamsil menegaskan bahwa kebijakan bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan menguatkan ekonomi rakyat dan daerah. Langkah ini dianggap penting di tengah dinamika ekonomi global dan meningkatnya ketimpangan. Menurutnya, skema pembangunan harus menempatkan equity sebagai fondasi agar manfaat ekonomi dapat dinikmati lebih luas.
«Ini menunjukkan arah pembangunan yang menempatkan keadilan sosial dan pemerataan sebagai fondasi utama,»
Model ekonomi jalan tengah dan Indonesia Incorporated
Tamsil menyebut konsep ekonomi jalan tengah yang disampaikan Presiden relevan dengan kondisi saat ini. Ia menilai Indonesia perlu memberi ruang bagi pertumbuhan dan inovasi, sambil memastikan negara hadir untuk menjaga distribusi yang adil. Gagasan Indonesia Incorporated juga diapresiasi karena mendorong sinergi antarpelaku ekonomi.
Menurut Tamsil, kolaborasi antara pemerintah, swasta, koperasi, UMKM, dan masyarakat bisa memperkuat ekonomi inklusif dan mendistribusikan manfaat ke wilayah-wilayah penopang sumber daya nasional.
Akses pembiayaan dan penguatan ekonomi daerah
DPD menyoroti pentingnya keberpihakan kebijakan terhadap kelompok usaha kecil. Tamsil menekankan perlunya pembiayaan lebih mudah dan terjangkau, khususnya dari bank-bank milik negara, untuk mendukung pertumbuhan usaha rakyat.
«Akses pembiayaan harus lebih adil agar pelaku usaha kecil dapat berkembang. Dan menjadi penggerak ekonomi nasional,»
Ia juga mendorong penguatan pendidikan kewirausahaan bagi generasi muda sebagai upaya mencetak pencipta lapangan kerja baru.
Siapa yang diuntungkan
- UMKM
- Petani
- Nelayan
- Koperasi
- Pelaku usaha pemula dan daerah tertinggal
Penutup: pengawasan dan tindak lanjut
DPD menyatakan siap mengawal agenda fiskal agar kebijakan tetap berpihak pada daerah dan mampu mempersempit kesenjangan antarwilayah. Implementasi kebijakan, kata Tamsil, harus terukur sehingga pertumbuhan ekonomi sejalan dengan pemerataan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Jasa Marga Lanjutkan Pemeliharaan Tol Cipularang–Padaleunyi
Jasa Marga melanjutkan pemeliharaan Tol Cipularang–Padaleunyi pada 5–11 Juli 2026, mencakup rekonstruksi, ma...
KLH Sanksi Administrasi atas Kebakaran TPA Jatiwaringin
KLH akan sanksi administrasi TPA Jatiwaringin karena kelalaian; pengawasan dimulai 1 Agustus 2026 dan rehabi...
Tokopedia Bantah PHK, Terapkan Internal Mobility dan Buka 100+ Posisi
Tokopedia tegas: bukan PHK, melainkan penataan tenaga kerja lewat internal mobility dan buka lebih dari 100...
Pelita Air dan BNI Tawarkan Diskon Tiket Domestik hingga Rp360.000
Pelita Air dan BNI beri diskon tiket domestik hingga Rp360.000, pembelian 4–31 Juli 2026 untuk terbang 6 Jul...
Indonesia dan Singapura Sepakati Jaga Keamanan Selat Malaka
Indonesia dan Singapura sepakat memperkuat keamanan Selat Malaka pada pertemuan Leaders' Retreat 6 Juli 2026...
TransNusa Buka Rute Jakarta–Bangkok dan Bali–Wakatobi
TransNusa buka rute Jakarta–Bangkok per 6 Agustus 2026 dan dua rute Denpasar ke Wakatobi dan Waingapu pada J...