BKKBN: Penguatan SDM Bebas Stunting Jadi Prioritas Nasional
Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga) sekaligus Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, menegaskan penguatan sumber daya manusia (SDM) bebas stunting menjadi prioritas nasional untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 21 Mei 2026, dengan serangkaian rekomendasi kebijakan terkait gizi, pendidikan, birokrasi, dan industri.
Penguatan SDM dan pencegahan stunting
Budi menilai pencegahan stunting harus masuk agenda utama nasional. Ia meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipertajam agar benar-benar menjangkau kelompok paling rentan.
- Ibu hamil
- Ibu menyusui
- Balita di daerah dengan prevalensi stunting tinggi
Langkah ini dimaksudkan agar kualitas SDM terjaga sejak dini dan tidak menghambat visi pembangunan jangka panjang.
“Agar visi Indonesia Maju 2045 dapat tercapai, kualitas SDM harus dijaga tanpa stunting dan reformasi pendidikan. Serta keterampilan perlu menjadi agenda utama nasional,”
Reorientasi pendidikan: dari akses ke kualitas
Menurut Budi, fokus pembangunan pendidikan perlu bergeser dari peningkatan angka partisipasi menjadi peningkatan mutu. Ia menyarankan prioritas pada pendidikan matematika, sains, rekayasa, kecerdasan artifisial, serta vokasi yang terkait industri.
Perubahan itu diharapkan menghasilkan tenaga kerja yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan industri nasional.
Reformasi birokrasi dan dukungan infrastruktur
Budi juga menekankan perlunya reformasi birokrasi berbasis meritokrasi. Rekomendasinya meliputi digitalisasi pengadaan, integrasi data fiskal nasional, evaluasi ASN berbasis kinerja, dan deregulasi perizinan.
Lebih lanjut, pembangunan infrastruktur harus diarahkan untuk menekan biaya logistik nasional. Tujuannya meningkatkan konektivitas dan pemerataan pertumbuhan ekonomi antarwilayah.
Hilirisasi industri dan investasi riset
Di sektor industri, Budi mendorong hilirisasi ke produk bernilai tambah tinggi seperti baterai, kendaraan listrik, petrokimia, material maju, dan komponen teknologi. Ia berargumen bahwa proses industrialisasi hanya akan berkelanjutan jika didukung oleh inovasi domestik.
“Tanpa inovasi dan teknologi domestik, Indonesia akan terus bergantung pada teknologi dari luar,”
Untuk itu, pemerintah perlu meningkatkan investasi pada penelitian dan pengembangan agar transfer teknologi dan kemandirian industri dapat tercapai.
Secara keseluruhan, kombinasi program gizi terfokus, reformasi pendidikan dan birokrasi, serta hilirisasi industri dianggap sebagai langkah strategis untuk mencapai target SDM berkualitas tanpa stunting menuju 2045.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pelita Air & BNI Diskon Tiket Hingga Rp360 Ribu
Pelita Air bersama BNI memberi diskon tiket sampai Rp360.000 untuk seluruh rute domestik. Beli 4–31 Juli, te...
Kemenperin Ajak Pakai Peralatan Sekolah Lokal Jelang Tahun Ajaran
Kemenperin ajak masyarakat utamakan peralatan sekolah buatan lokal lewat INASTEF 2026 (6-9 Juli) untuk perku...
Jasa Marga Lanjutkan Pemeliharaan Tol Cipularang–Padaleunyi
Jasa Marga melanjutkan pemeliharaan Tol Cipularang–Padaleunyi pada 5–11 Juli 2026, mencakup rekonstruksi, ma...
KLH Sanksi Administrasi atas Kebakaran TPA Jatiwaringin
KLH akan sanksi administrasi TPA Jatiwaringin karena kelalaian; pengawasan dimulai 1 Agustus 2026 dan rehabi...
Tokopedia Bantah PHK, Terapkan Internal Mobility dan Buka 100+ Posisi
Tokopedia tegas: bukan PHK, melainkan penataan tenaga kerja lewat internal mobility dan buka lebih dari 100...
Pelita Air dan BNI Tawarkan Diskon Tiket Domestik hingga Rp360.000
Pelita Air dan BNI beri diskon tiket domestik hingga Rp360.000, pembelian 4–31 Juli 2026 untuk terbang 6 Jul...