Nasional

Sugiono Tekankan Diplomasi Bahasa di Festival Handai Indonesia

Bagikan:
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan sambutan di Festival Handai Indonesia

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pentingnya diplomasi bahasa saat membuka Festival Handai Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Jumat, 21 Agustus 2026. Ia menyatakan mempelajari Bahasa Indonesia bukan sekadar kemampuan berbahasa, tetapi juga cara memahami budaya, pola pikir, dan cara hidup masyarakat Indonesia.

Sugiono: Bahasa sebagai alat diplomasi

Sugiono mengatakan penutur asing Bahasa Indonesia dapat menjadi jembatan persahabatan antarnegara. Menurutnya, bahasa memungkinkan komunikasi langsung antarmasyarakat sehingga memperkuat hubungan bilateral dan multilateral.

“Belajar Bahasa Indonesia juga berarti belajar memahami budaya, cara berpikir. Kemudian, cara hidup masyarakat Indonesia,”

Ia menambahkan bahwa tujuan utama program seperti ini adalah membangun hubungan antarmasyarakat yang lebih erat melalui interaksi bahasa yang nyata.

Perkembangan program BIPA

Dalam sambutannya, Sugiono menyebutkan bahwa hampir 250 ribu penutur asing dari 62 negara tercatat mengikuti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Ia berharap cakupan program diperluas agar lebih banyak penutur asing dapat terlibat.

Dengan perluasan, Sugiono percaya nama Indonesia akan semakin dikenal secara positif di kancah internasional. Ia juga mengapresiasi finalis, pengajar, dan penyelenggara Festival Handai Indonesia yang terlibat dalam pelestarian bahasa.

"Saya percaya dengan semakin banyaknya handai di luar negeri, jembatan persahabatan akan semakin kokoh dan nama Indonesia akan semakin harum di dunia internasional,"

Duta Besar Laos: Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat

Duta Besar Laos untuk Indonesia, Khamfeuang Phanthaxay, turut menyatakan manfaat praktis penguasaan Bahasa Indonesia. Ia menjelaskan bahasa memudahkan interaksi sehari-hari, termasuk berkomunikasi dengan pedagang di pasar dan memahami kearifan lokal.

“Bagi kami, mempelajari Bahasa Indonesia bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memahami masyarakat, budaya, dan cara pandang Indonesia,”

Khamfeuang juga berharap program Kelas Bahasa Indonesia bagi diplomat terus dilakukan agar lebih banyak diplomat dapat merasakan manfaatnya sebagai ruang membangun persahabatan antarnegara.

Dampak dan prospek ke depan

Festival Handai Indonesia menegaskan peran bahasa sebagai instrumen soft power. Selain memperkaya aspek budaya, program BIPA dan kelas bahasa untuk diplomat berpotensi meningkatkan hubungan antarwarga dan memperkuat jaringan diplomasi budaya.

Ke depan, perluasan akses pembelajaran Bahasa Indonesia kepada audiens internasional dipandang krusial untuk memperluas jangkauan persahabatan budaya dan diplomasi rakyat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait