Menko Yusril: Cetiya PIK Jadi Jembatan Kerukunan Lintas Agama
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra meresmikan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu, 19 Juli 2026. Ia berharap cetiya itu menjadi jembatan persaudaraan lintas umat dan memperkokoh kerukunan di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya Indonesia.
Peresmian dan pesan utama
Peresmian cetiya tersebut dihadiri sejumlah pengurus dan donatur yang terlibat dalam pembangunan. Menko Yusril menekankan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa ketika dirawat melalui saling menghormati.
“Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se diharapkan menjadi jembatan persaudaraan lintas umat. Sekaligus menguatkan kehidupan spiritual umat Buddha,”
Nilai rumah ibadah bagi masyarakat
Yusril mengatakan peran rumah ibadah lebih dari sekadar tempat beribadah. Menurutnya, cetiya juga berfungsi sebagai ruang pendidikan karakter dan penguatan etika sosial.
- Membangun karakter dan rohani
- Menanamkan nilai kejujuran dan kasih sayang
- Mendorong pengendalian diri
- Menguatkan semangat melayani sesama
“Kerukunan lahir karena kita menghargai, menghormati, dan menjunjung tinggi perbedaan, bukan karena memiliki keyakinan yang sama. Mari kita rawat persatuan dengan saling menghormati agar kehidupan bersama tetap damai, harmonis, dan penuh toleransi,”
Penghargaan kepada pengurus dan donatur
Dalam sambutannya, Yusril memuji semangat gotong royong yang terlihat sepanjang proses pembangunan. Ia memberi apresiasi kepada panitia, pengurus, dan para donatur yang berkontribusi sehingga peresmian dapat terlaksana.
“Saya melihat semangat itu tercermin dari berdirinya Cetiya ini. Banyak tangan yang bekerja, banyak hati yang terlibat, dan banyak orang yang memberikan dukungan hingga akhirnya kita dapat menyaksikan peresmian pada hari ini,”
Harapan bagi masa depan kebersamaan
Yusril berharap keberadaan cetiya mampu menghadirkan kedamaian batin bagi umat dan menjadi sumber inspirasi untuk terus memperkuat nilai persaudaraan. Ia menegaskan pentingnya menjaga kehidupan yang harmonis di tengah perbedaan.
“Rumah-rumah ibadah seperti Cetiya ini sangat penting membangun rohani bangsa kita. Hal ini dilakukan agar masyarakat hidup rukun bersama selamanya,”
Keberadaan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk diharapkan menjadi titik temu antarumat beragama, sekaligus mengingatkan pentingnya toleransi dan semangat kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
SWSI Minta Transparansi Penanganan Kasus Febrie dan Jaga Kebebasan Pers
SWSI minta penanganan kasus Febrie transparan, lindungi kebebasan pers, dan dorong penjelasan berkala dari p...
Logo Muktamar NU ke-35 Karya Alumnus Ponpes Langitan
PBNU menetapkan logo Muktamar ke-35 karya alumnus Ponpes Langitan; desain dua lingkaran melambangkan Syuriah...
Korban Selamat KM Nurul Salsa Bertambah Jadi 59
Dua penumpang KM Nurul Salsa, Nurmiati dan Jasmal, ditemukan selamat di Pulau Balaloho; total korban selamat...
DPR Minta Fungsi Perlindungan Hutan Ditegaskan dalam RUU
DPR mengusulkan agar RUU Kehutanan menegaskan fungsi perlindungan semua jenis hutan untuk kepastian hukum da...
Koperasi Nelayan Didorong Perkuat Ekonomi Rakyat Berkelanjutan
Sugeng Nugroho mendorong penguatan koperasi nelayan untuk perkuat ekonomi rakyat, atasi akses BBM, dan tingk...
MPR: Perkuat Perlindungan Kelompok Rentan, Implementasi UU TPKS
Lestari Moerdijat minta implementasi UU TPKS dan PP 30/2025 berjalan konsisten untuk perkuat perlindungan ke...