Wabup Aceh Besar Serahkan Cenderamata untuk Ahli Waris T Nyak Makam
KOTA JANTHO — Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri menyerahkan cenderamata dari Pemerintah Aceh kepada ahli waris perintis kemerdekaan Panglima T Nyak Makam. Acara berlangsung di ruang kerja Wabup Aceh Besar pada Rabu, 16 September, sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum.
Penyerahan dan pihak yang hadir
Penyerahan cenderamata dilakukan langsung oleh Wabup Drs Syukri. Turut mendampingi Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan AP dan Kabag Kesra dan Keistimewaan Zaini SH MH. Hadir pula keluarga ahli waris yang menerima secara simbolis.
Tujuan pemberian cenderamata
Wabup Syukri menyatakan pemberian ini dimaksudkan sebagai penghargaan pemerintah terhadap jasa para pendahulu bangsa. Menurutnya, perjuangan para perintis kemerdekaan menjadi bagian penting dalam perjalanan daerah yang harus selalu dikenang dan diteladani.
Kita harus selalu mengenang dan meneladani para perintis kemerdekaan dan pahlawan yang telah berjasa
Respons keluarga ahli waris
Ahli waris Panglima T Nyak Makam, Teuku Bustami, menyampaikan terima kasih atas inisiatif Pemerintah Aceh. Ia hadir didampingi istri dan anaknya saat menerima cenderamata tersebut.
Kami mengucapkan apresiasi dan terima atas pemberian cenderamata ini
Profil singkat Panglima T Nyak Makam
Panglima T Nyak Makam dikenal sebagai panglima perang Aceh yang memiliki kepemimpinan cerdik dan strategi militer kuat. Keahliannya membuat pasukan penjajah Belanda berkepala dingin menghadapi perlawanan Aceh.
Ia dipercaya memegang peran Mudabbiru Syarqiah, penegak hukum Aceh di wilayah timur, serta menjadi Panglima Mandala Kerajaan Aceh untuk daerah Sumatera Timur dan Aceh Timur.
Catatan sejarah menilai satu pejuang Aceh setara dengan 100 tentara Belanda. Panglima T Nyak Makam bahkan disebut bernilai sekitar 1.000 tentara Belanda, menurut pengakuan Belanda yang tercatat dalam arsip.
Upaya pengusulan Pahlawan Nasional
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sudah mengupayakan pengusulan Panglima T Nyak Makam sebagai Pahlawan Nasional. Langkah konkret termasuk penyelenggaraan seminar usulan yang membahas jasa dan kontribusinya terhadap kedaulatan Aceh.
Semua pihak, kata pejabat daerah, terus bekerja untuk memastikan almarhum mendapat pengakuan yang layak sebagai Pahlawan Nasional.
Penyerahan cenderamata ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengakuan sejarah lokal dan mendorong pengusulan formal ke tingkat nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Nias Selatan Serahkan SK untuk 352 PPPK dan Resmikan KMP Hafamati
Bupati Nias Selatan serahkan SK/SPK untuk 352 PPPK Paruh Waktu dan meresmikan KMP Hafamati HF untuk memperku...
Sumut Siapkan Irigasi 7,5 Km di Secanggang pada 2027
Pemprov Sumut rencanakan irigasi 7,5 km di Secanggang pada 2027 untuk tingkatkan intensitas tanam dan produk...
Santriwati Ibadur Rahman Kecam Penggerebekan Pesantren Hamal Tul Quran
Ratusan santriwati Ibadur Rahman mengecam penggerebekan Pondok Pesantren Hamal Tul Quran (27 Okt 2026) dan t...
Kanwil Ditjenpas Sumut Tindaklanjuti Penangkapan Pegawai Lapas Medan
Kanwil Ditjenpas Sumut menindaklanjuti penangkapan ES, pegawai Lapas Tanjung Gusta Medan, terkait kurir nark...
Polresta Deliserdang Gagalkan Penyelundupan 15,59 Kg Sabu
Satres Narkoba Polresta Deliserdang menggagalkan penyelundupan 15,59 kg sabu dari Aceh ke Lampung dan menang...
Sidang Sumantri Ditunda, Kader Pujakesuma Padati PN Lubuk Pakam
Sidang putusan Sumantri dan anaknya di PN Lubuk Pakam ditunda hingga 5 Nov 2026 karena pergantian penasihat...