Pemko Medan Tindaklanjuti Drainase Tersumbat di Medan Helvetia
Medan — Pemko Medan, di bawah pimpinan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, meninjau dan menyiapkan tindaklanjut untuk mengatasi genangan air di Kecamatan Medan Helvetia pada Rabu (16/9). Temuan menunjukkan drainase tersumbat dan saluran yang tidak terintegrasi, yang memutus aliran dari parit pemukiman ke parit utama dan sungai.
Temuan lapangan: saluran pendangkalan dan penyempitan
Pemantauan lapangan mengidentifikasi beberapa titik kritis yang mengalami pendangkalan dan penyempitan saluran. Kondisi ini menghambat aliran air sehingga memicu genangan meski hujan berintensitas sedang.
- Jalan Cempaka
- Jalan Kalpataru
- Jalan Kapten Muslim, khususnya sekitar Mega Park dan Plaza Millenium
Masalah utama adalah putusnya konektivitas antar saluran, sehingga air tertahan di parit pemukiman tanpa bisa mengalir ke saluran utama atau sungai.
Rencana tindaklanjut Pemko
Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap menyatakan penanganan akan segera dilakukan melalui koordinasi dengan camat dan lurah. Fokusnya adalah menyisir titik-titik parit yang tidak terhubung dan memperbaiki bagian yang memutus aliran.
Insyaallah minggu depan langsung kita tindaklanjuti. Kita akan berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk menyisir titik-titik mana saja yang paritnya tidak terhubung ke parit besar, atau ada bagian yang memutus aliran air
Perbaikan meliputi pembersihan sedimen, pelebaran saluran yang menyempit, dan memastikan sambungan antara parit pemukiman dan parit utama efektif. Langkah ini dimaksudkan agar sistem drainase bekerja tidak sekadar menampung, tetapi juga menyalurkan air.
Peran warga dan pencegahan banjir
Selain perbaikan teknis, Pemko menekankan pentingnya peran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Zakiyuddin mengingatkan bahwa pembenahan infrastruktur akan sia-sia jika parit terus dijadikan tempat pembuangan sampah.
Saya berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat lingkungan, khususnya parit di sekitar tempat tinggal. Jangan buang sampah sembarangan. Mari kita sama-sama jaga kebersihan agar Kota Medan bebas banjir
Kesadaran warga menjadi bagian krusial untuk mencegah genangan berulang. Tanpa partisipasi masyarakat, upaya teknis pemerintah rentan gagal dalam jangka panjang.
Ke depan, Pemko akan memantau hasil perbaikan dan meninjau kebutuhan intervensi tambahan. Jika diperlukan, langkah lanjutan akan melibatkan lintas perangkat daerah untuk memastikan konektivitas saluran dan kapasitas aliran air terpenuhi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wali Kota M. Rasyid: Camat Penanggalan Harus Jadi Ujung Tombak
Wali Kota M. Rasyid meminta Camat Penanggalan jadi ujung tombak penyelesaian masalah lokal saat serah terima...
Judi Dadu Kopyok Pindah dari Binjai ke Kawasan Selesai Langkat
Permainan dadu Kopyok yang sempat tutup kini berpindah dari eks Sky Garden Binjai ke kawasan Selesai, Langka...
Bupati Tapanuli Utara Tinjau Pekerjaan Infrastruktur di Tarutung
Bupati Tapanuli Utara meninjau perbaikan jembatan, proyek groundsill, dan revitalisasi tanggul di Tarutung p...
Bupati Taput Tinjau Rekonstruksi Jalan Seminarium–Rura Julu
Bupati Tapanuli Utara meninjau rekonstruksi jalan Seminarium–Rura Julu pada 3 November untuk memastikan prog...
Mahasiswa Soroti PETI, Jalan, dan Pendidikan di Mandailing Natal
Mahasiswa Mandailing Natal di Jakarta menuntut penanganan PETI, perbaikan jalan, dan pemerataan pendidikan m...
NasDem Aceh Utara Gelar Gotong Royong Bersihkan Toilet di 15 Sekolah
DPD NasDem Aceh Utara dan Garnita membersihkan toilet serta fasilitas ibadah di 15 sekolah pada Selasa, 3 No...