Rehabilitasi MPP Aceh Tenggara Rp1,1 Miliar, Target Launch 2027
KUTACANE — Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memulai rehabilitasi gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) pada 2026 dengan anggaran awal sebesar Rp1,1 miliar dari APBK. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan kelengkapan layanan publik yang akan beroperasi penuh saat peluncuran direncanakan pada 2027.
Rincian anggaran dan jadwal
Kepala DPMPTSP Aceh Tenggara, Nazmi Desky, menyebutkan anggaran awal pada 2026 digunakan untuk perbaikan fisik gedung. Proyeksi keseluruhan biaya pembangunan dan pelengkapan diperkirakan mencapai sekitar Rp7 miliar. Dana tambahan akan dialokasikan secara bertahap untuk melengkapi fasilitas dan sarana penunjang.
Layanan yang akan tersedia
Menurut Nazmi, MPP dirancang menjadi pusat layanan terpadu untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen dan kewajiban administrasi. Ia menjelaskan detail fungsi gedung sebagai berikut:
“Gedung ini nantinya akan dijadikan sebagai tempat pelayanan publik, berupa pelayanan kepada masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan, perizinan dan layanan perpajakan serta layanan lainnya,”
Selain itu, Nazmi merinci adanya rencana pembukaan 12 gerai layanan di MPP. Contoh layanan yang disebutkan meliputi:
- Gerai kepengurusan dokumen kependudukan
- Gerai perizinan
- Gerai dokumen kendaraan
- Gerai pembayaran pajak, BPJS, dan layanan perbankan
- Layanan kepengurusan imigrasi dan bea cukai
“Gedung Mall Pelayanan Publik ini, rencananya akan memiliki 12 gerai pelayanan diantaranya yaitu, gerai kepengurusan dokumen kependudukan, gerai dokumen perizinan, gerai dokumen berkendaraan dan gerai dokumen lainnya seperti pembayaran pajak, pengurusan BPJS, Perbankan dan layanan kepengurusan imigrasi dan bea cukai,”
Kelengkapan sarana dan prioritas fasilitas
Nazmi menegaskan rehabilitasi tidak sekadar memperbaiki fisik gedung, tetapi juga harus disertai pelengkapan sarana. Rencana fasilitas meliputi ruang rapat, ruang pelayanan, perpustakaan layanan, dan kelengkapan teknis lain untuk mendukung operasional gerai.
“Rehabilitas gedung ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, tetapi masih membutuhkan anggaran untuk pelengkapan sarana dan prasarananya,”
Implikasi dan langkah selanjutnya
Penyelesaian rehabilitasi dan pemenuhan sarana diharapkan mempercepat proses administrasi warga dan menurunkan beban kunjungan ke berbagai kantor terpisah. Pemerintah daerah akan mengatur anggaran lanjutan dan jadwal pelengkapan agar MPP dapat beroperasi sesuai target 2027.
Dengan tersedianya layanan terpadu, masyarakat Aceh Tenggara diharapkan memperoleh layanan yang lebih cepat, jelas, dan terintegrasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolres Paluta Minta Warga Mundur dari Lahan APN, Ancaman Tindakan Tegas
Kapolres Paluta minta warga mundur dari lahan APN di Simangambat, sebut penyelesaian harus persuasif dan teg...
Pemkab Taput Percepat Pembangunan Jogging Track di Siborongborong
Pemkab Tapanuli Utara percepat pembangunan jogging track di Lapangan Mini Siborongborong untuk kenyamanan pu...
Warga GERMALAK Panen TBS di Area Plasma PT ESI, Polisi Mediasi
Ratusan anggota GERMALAK panen TBS di lahan plasma PT ESI, polisi mediasi; tuntutan akan dibahas dalam 14 ha...
Wakapolres Turun Atur Lalu Lintas di Depan SMPN 4 Pematangsiantar
Wakapolres Pematangsiantar Kompol Budiono Saputro turun mengatur arus dan memberi imbauan keselamatan di dep...
DPRD Medan Ajukan Ranperda Sistem Kesehatan untuk Percepat Pelayanan
DPRD Medan ajukan Ranperda Sistem Kesehatan (2/11) untuk mempercepat akses, melindungi pasien, dan meningkat...
DPRD Desak Pembebasan Lahan untuk Kolam Retensi Letda Sujono Rampung
Wakil Ketua DPRD Medan mendesak pembebasan lahan untuk kolam retensi Letda Sujono segera diselesaikan agar p...