Dhody Thahir Ditangkap Tersangka Dugaan Pemalsuan Surat Tanah
MEDAN — Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, Dhody Thahir, ditangkap personel Subdit Harta Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Sumut setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik terkait dugaan pemalsuan surat tanah di Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Penangkapan itu dikonfirmasi oleh Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MT Pasaribu.
Penangkapan dan status perkara
Penangkapan Dhody Thahir menjadi babak baru dalam kasus yang sudah menempatkannya sebagai tersangka. Polda Sumut menyatakan tindakan penindakan dilakukan setelah yang bersangkutan tidak memenuhi dua kali panggilan penyidik.
Polda menegaskan perkara berpusat pada dugaan pemalsuan dokumen tanah di lokasi yang disebutkan di Patumbak. Hingga kini, saksi dan proses pemeriksaan masih berlangsung seiring perkembangan penyidikan.
Kontroversi seleksi KPID Sumut
Di ranah terpisah, proses seleksi tujuh komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara periode 2026–2029 memicu protes. Salah satu calon petahana, Muhammad Hidayat, mempertanyakan legitimasi hasil pemilihan yang digelar Komisi A DPRD Sumut.
Hidayat menuding terdapat sejumlah kejanggalan prosedural dan indikasi manipulasi dalam proses tersebut. Aksi walk out dua fraksi di Komisi A, yakni PKB dan Nasdem, disebut menjadi pemicu protes karena agenda pemilihan dan penetapan dinilai tidak tercantum resmi dalam undangan yang diterima kedua fraksi.
Warga keluhkan truk overload di jalan provinsi Sergai
Masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai kembali mengeluhkan kondisi badan jalan provinsi yang menghubungkan Sei Rampah dengan Kecamatan Tanjung Beringin. Kerusakan jalan yang sempat diperbaiki dikhawatirkan cepat kembali rusak karena lalu lintas kendaraan angkutan bertonase besar.
Warga melaporkan banyak truk tronton berukuran besar hilir-mudik membawa muatan berat. Mereka menduga sebagian kendaraan melintas dengan muatan melebihi kapasitas atau tonase yang diperbolehkan.
- Warga khawatir perbaikan jalan cepat rusak kembali akibat truk bermuatan berat.
- Mobil besar disebut sering melintas pada jam sibuk, meningkatkan risiko keselamatan.
Keluhan masyarakat ini menambah tekanan terhadap pihak terkait untuk menegakkan aturan angkutan dan tonase agar perbaikan infrastruktur tidak sia-sia.
Prospek dan perkembangan
Ketiga isu — penangkapan politisi, kontroversi seleksi KPID, dan keluhan jalan rusak akibat truk berat — masih berkembang. Penegak hukum dan lembaga terkait diperkirakan akan melanjutkan proses pemeriksaan dan klarifikasi. Publik menunggu langkah selanjutnya dari Polda Sumut dan DPRD dalam menuntaskan persoalan hukum dan tata kelola seleksi publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Patroli Blue Light Polres Palas Diperketat di Sibuhuan
Polres Palas tingkatkan patroli blue light di Sibuhuan untuk tekan curat, curas, dan begal; melibatkan Satre...
Satlantas Tapteng Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Secara Humanis
Satlantas Polres Tapanuli Tengah menggelar Operasi Patuh Toba 2026 di Pandan dengan pendekatan humanis, memb...
Kejari Medan Terapkan Diversi untuk Perkara Anak RSP
Kejari Medan menyelesaikan kasus anak RSP lewat diversi dan menerbitkan SKP2 setelah putusan PN Medan 30 Okt...
Korpri Dambaan FC vs Bank Sumut: Laga Persahabatan Pererat Silaturahmi
Korpri Dambaan FC (ASN Pemkab Sergai) bertanding melawan keluarga besar PT Bank Sumut di Stadion Kebun Bunga...
Ribuan Kader Pujakesuma Kawal Sidang Putusan Kasus Sumantri
Ribuan kader Pujakesuma akan mengawal sidang putusan Sumantri dan anaknya di PN Lubuk Pakam terkait dugaan p...
Gerindra Reshuffle AKD DPRD Deliserdang, Dahnil Masuk Banggar & BKD
Fraksi Gerindra merombak AKD DPRD Deliserdang; Muhammad Dahnil Ginting diposisikan di Banggar dan Badan Keho...