Lokal

Simalungun Luncurkan Aplikasi SIMARATUR untuk Tata Kelola Nagori

Bagikan:
Bupati Anton Saragih mengikuti peluncuran Aplikasi SIMARATUR di Balai Harungguan kantor bupati

Simalungun — Pemerintah Kabupaten Simalungun resmi meluncurkan SIMARATUR (Sistem Informasi Manajemen Aparatur Nagori) pada Rabu, 16 September, di Balai Harungguan Kantor Bupati Pamatangraya. Peluncuran ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital dengan mengintegrasikan data administrasi aparatur nagori sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Peluncuran dan tujuan aplikasi

Acara peluncuran dihadiri Bupati Dr. H. Anton Achmad Saragih, Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, para pimpinan perangkat daerah, seluruh camat, pimpinan BRI, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, pangulu se-Kabupaten Simalungun, insan pers, dan tim pengembang.

Aplikasi ini dikembangkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) dengan tema “Digitalisasi Aparatur Nagori, Semakin Teratur”. SIMARATUR dirancang untuk menangani pengangkatan, mutasi, pemberhentian, pemantauan, serta penyediaan data yang akurat.

Fungsi utama dan manfaat

SIMARATUR akan menjadi pusat data terintegrasi untuk administrasi aparatur nagori. Dengan sistem ini, data menjadi lebih rapi, cepat diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Harapannya, ketersediaan data andal mampu mempercepat proses kebijakan serta meningkatkan efisiensi kerja di tingkat nagori dan kecamatan.

Keterangan pejabat

"SIMARATUR diharapkan menjadi instrumen untuk membangun tata kelola aparatur nagori yang terintegrasi, transparan, akuntabel, efektif, efisien, dan berbasis data,"

pernyataan tersebut disampaikan oleh Eliyanto Purba, Kepala Dinas DPMPN Kabupaten Simalungun, sebagai penjelasan atas masalah administrasi yang selama ini masih manual dan terpisah-pisah.

"Data dulu, baru informasi. Kalau datanya belum pasti, informasi yang disampaikan bisa menimbulkan salah paham,"

Bupati Anton Saragih menegaskan pentingnya akurasi data sebagai fondasi tata kelola. Ia juga meminta agar transformasi digital tidak berhenti pada seremoni peluncuran.

"Perubahan jangan hanya menjadi pesta, jangan berhenti pada launching. Perubahan harus kita jalankan bersama-sama dengan akhlak, integritas, ketelitian, dan hati nurani,"

Implementasi dan implikasi ke depan

Pemerintah daerah menandatangani dokumen dimulainya implementasi SIMARATUR untuk diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun. Tahap awal fokus pada integrasi data aparatur dan pembenahan alur administrasi nagori.

Jika berjalan sesuai rencana, tata kelola nagori yang lebih teratur diharapkan berujung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Simalungun.

Catatan: Sistem menuntut ketelitian dan integritas pengguna. Kesalahan teknis dapat diperbaiki, namun pelanggaran integritas menjadi tanggung jawab individu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait