BRIN Uji 'Ubi Bombing' untuk Pemadaman Karhutla
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menguji coba metode ubi bombing untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala kecil pada 5 September 2026. Uji coba ini memanfaatkan tepung singkong sebagai pelapis isolasi panas lahan gambut dan campuran ammonium polifosfat untuk menghambat penyebaran api.
Hasil uji coba dan cara kerja
Dalam percobaan terbatas, campuran cair keruh yang dioleskan ke permukaan berfungsi sebagai lapisan isolasi. Formula tersebut menahan panas dari bawah tanah sehingga kobaran api tidak meluas ke permukaan. Tim peneliti melaporkan bahwa penerapan dispersi cair terbukti memperlambat laju penyebaran api pada area uji.
"Dalam skala kecil, kami sudah berhasil melakukan percobaan, sedangkan skala besar masih dalam pengujian bersama tersebut,"
Peran utama amonium polifosfat adalah sebagai bahan penghambat nyala. Kombinasi bahan kimia dan lapisan tepung singkong bertujuan memutus sumber panas bawah tanah yang sering membuat api tetap menyala di lahan gambut.
Kebutuhan alat dan logistik
Penerapan teknik ini memerlukan dukungan alat khusus. Distribusi melalui udara dianggap paling efektif untuk menjangkau titik api yang terisolasi.
- Penggunaan drone dianggap esensial untuk menyemprotkan cairan secara merata.
- Perkiraan kebutuhan aplikasi mencapai sekitar 2.000 liter cairan per hektare.
Tantangan pasokan dan produksi
Salah satu kendala nyata adalah ketersediaan bahan baku. Pasokan ammonium polifosfat saat ini masih bergantung pada impor dari Tiongkok karena belum diproduksi secara massal di dalam negeri. Peneliti menyatakan perlu perhitungan kebutuhan bahan baku yang matang sebelum memperluas uji coba ke skala yang lebih besar.
Dampak lingkungan dan prospek pengembangan
Pengembangan teknologi lokal ini diharapkan mampu mengurangi dampak karhutla tahunan terhadap ekosistem hutan. Selain aspek teknis, tim juga mengevaluasi efisiensi biaya produksi agar inovasi bisa diproduksi massal di masa depan.
"Api dari bawah tanah dapat terhalang lapisan sehingga penyebarannya semakin sedikit dan panas terisolasi,"
Meski hasil awal menjanjikan, BRIN menegaskan bahwa uji di skala luas masih diperlukan untuk memastikan efektivitas, keamanan ekosistem, dan aspek ekonomi produksi. Langkah selanjutnya mencakup pengujian lapangan lebih besar serta kajian pasokan bahan baku dan alat distribusi.
Jika berhasil ditingkatkan skalanya, metode ubi bombing dapat menjadi salah satu alternatif lokal untuk intervensi cepat dalam menanggulangi karhutla di lahan gambut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...