Nasional

Alumni Connect PPI Dunia Perkuat Jejaring Lewat Sarasehan

Bagikan:
Peserta sarasehan Alumni Connect PPI Dunia berdiskusi di auditorium Jakarta

Alumni Connect PPI Dunia menggelar sarasehan pada Sabtu, 5 September 2026 di sebuah auditorium di Jakarta untuk memperkuat jejaring alumni luar negeri dan membahas beasiswa, pendidikan, serta isu energi, pangan, ekonomi, dan hukum.

Agenda dan pokok bahasan

Acara sarasehan menjadi wadah pertemuan organisasi-organisasi alumni yang berkecimpung di berbagai negara. Selain sesi berbagi pengalaman studi, kegiatan ini membahas peluang beasiswa dan strategi menempuh pendidikan di luar negeri.

Topik diskusi juga meluas ke isu-isu kebijakan global yang berdampak pada alumnus dan pelajar, seperti energi, pangan, ekonomi, dan aspek hukum.

Format kegiatan dan skala peserta

Menurut Ketua Harian Alumni Connect, M. Putra Hutama, kegiatan serupa telah sering digelar dengan format yang fleksibel. Forum dapat berupa acara besar atau diskusi terbatas yang melibatkan sepuluh hingga dua puluh peserta.

Dengan variasi skala itu, penyelenggara berharap jaringan antarorganisasi alumni semakin kokoh dan berkelanjutan.

Peran Alumni Connect dalam menjaga jejaring

Alumni Connect berfungsi menghubungkan organisasi alumni yang sudah ada dan menciptakan peluang kolaborasi baru. Upaya ini ditujukan agar hubungan antaralumni tetap aktif setelah mereka kembali dari studi di luar negeri.

"Ya tadi, Alumni Connect dapat mengkoneksikan antara organisasi-organisasi alumni yang ada. Jadi dengan adanya acara ini, ya tentunya networking antara alumni luar negeri itu semakin terjaga,"

Pengalaman pribadi: memilih Hungaria

Putra Hutama, yang juga aktif sebagai Ketua Ikatan Alumni Hungaria, menceritakan proses pemilihannya saat melanjutkan studi. Ia mendaftar ke beberapa kampus di sejumlah negara dan akhirnya memilih Hungaria karena dukungan biaya pendidikan dan kebutuhan hidup yang ditawarkan.

Pertimbangan lain adalah latar belakang ekonomi negara tersebut yang dinilai sesuai dengan minat studinya.

Perbandingan pendidikan: kritis dan analitik

Dari pengalamannya, Tama menilai kurikulum antara pendidikan di Indonesia dan luar negeri memiliki banyak kesamaan materi. Namun, ada perbedaan metode belajar yang cukup menonjol.

"Bedanya di sana tuh mereka, kita tuh didorong untuk menjadi lebih kritis gitu, kita daya analitiknya lebih. Kalau di sini kan kita kadang-kadang enggak enak kalau kita mau kritik atau apa,"

Budaya diskusi dan pelajaran hidup

Budaya diskusi di kota seperti Budapest mendorong mahasiswa untuk aktif bertanya dan mengkritisi tanpa rasa sungkan. Pengalaman hidup jauh dari keluarga dan menjadi minoritas juga mengajarkan toleransi serta kemandirian.

Putra Hutama menekankan bahwa platform seperti Alumni Connect penting untuk menjaga hubungan alumni dan memperkuat dukungan informasi bagi calon pelajar.

Kesimpulan: Sarasehan ini mempertegas peran Alumni Connect sebagai fasilitator jejaring dan sharing pengalaman. Kegiatan serupa diharapkan terus berlangsung untuk mendukung mobilitas akademik dan profesional alumni Indonesia di luar negeri.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait