Kemenko Pangan Uji Model Kedelai di Cariu, Target 100 Ha 2027
Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) meluncurkan pilot project penanaman kedelai di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Program ini menguji model pengembangan kedelai terintegrasi dari budidaya hingga penyerapan hasil panen, dengan skala awal 25 hektare dan target berkembang menjadi 100 hektare pada 2027. Inisiatif melibatkan Kementerian Pertanian, TNI Angkatan Laut, Pemkab Bogor, Pupuk Indonesia, dan Gakoptindo untuk memastikan dukungan teknis dan pasar.
Skala, target, dan mitra
Pilot project digelar di lahan seluas 25 hektare sebagai tahap awal. Pemerintah menargetkan perluasan lahan menjadi 100 hektare pada 2027 untuk menguji keberlanjutan model produksi terintegrasi. Beberapa instansi negara dan swasta menjadi mitra strategis agar program berjalan dari hulu ke hilir.
| Indikator | Nilai | Tahun/Target |
|---|---|---|
| Luas lahan pilot | 25 hektare | Saat ini |
| Target luas | 100 hektare | 2027 |
| Kebutuhan kedelai nasional | 2,79 juta ton → 3 juta ton | 2026 → 2029 |
| Produksi dalam negeri | ~79 ribu ton | 2025 |
| Ketergantungan impor | ~95% | Saat ini |
Dukungan budidaya dan jaminan pasar
Pada sisi budidaya, petani mendapat dukungan sarana produksi lengkap. Dukungan itu disiapkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil.
- Benih unggul dan ketersediaan benih berkualitas untuk perluasan tanam.
- Pupuk, pestisida, pompa air, dan traktor untuk efisiensi budidaya.
- Teknis bimbingan dan koordinasi lintas instansi.
Dari sisi hilir, pemerintah menyiapkan kepastian penyerapan hasil panen. Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) ditunjuk sebagai mitra off-taker, sehingga sebagian panen diproses untuk bahan baku tahu dan tempe, sedangkan sebagian lain dikembangkan menjadi sumber benih.
Tujuan strategis dan tantangan
Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor kedelai dan memperkecil kesenjangan antara kebutuhan dan produksi domestik. Data menunjukkan kebutuhan nasional masih jauh melampaui produksi dalam negeri, sehingga perlu percepatan melalui kolaborasi dan pengembangan kawasan.
Replikasi dan prospek ke depan
Kemenko Pangan berharap model Cariu menjadi pembelajaran dan dapat direplikasi di wilayah lain. Jika berhasil, skema terintegrasi ini diharapkan memperkuat produksi kedelai nasional dan mendukung kemandirian pangan dalam jangka menengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Alumni Connect PPI Dunia Perkuat Jejaring Lewat Sarasehan
Alumni Connect PPI Dunia gelar sarasehan di Jakarta (5 Sep 2026) untuk memperkuat jejaring alumni luar neger...
Bapanas Pastikan Bantuan Pangan Beras Tepat Sasaran
Bapanas pastikan bantuan pangan beras tepat sasaran menggunakan DTSEN, koordinasi dengan Kemensos, dan penya...
Kemenhut-BMKG Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalbar, Kalteng, Jatim
Kemenhut dan BMKG intensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada awal September 2026 untuk memadamkan karhu...
Alumni Connect PPI Dunia Jadi Ruang Berbagi dan Kolaborasi
Alumni Connect PPI Dunia di Jakarta mendorong alumni berbagi pengalaman dan berkolaborasi untuk memperluas d...
Wamendikdasmen Dukung PAUD Berbasis Lingkungan di Pangandaran
Wamendikdasmen meresmikan Susi Environmental School di Pangandaran dan mendorong penguatan PAUD berbasis lin...
Kemensos Bekali 600 Mahasiswa UINSA Tingkatkan Mutu Layanan Sosial
Kemensos membekali 600 mahasiswa UINSA pada 4 September 2026 untuk meningkatkan mutu layanan di 81 LKS melal...