Bapanas Pastikan Bantuan Pangan Beras Tepat Sasaran
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program bantuan pangan beras menyasar penerima yang tepat dengan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) hasil pembaruan Badan Pusat Statistik per 10 Juli 2026. Koordinasi data berjalan intensif dengan Kementerian Sosial dan penyaluran dieksekusi oleh Perum Bulog agar bantuan tidak salah alamat.
Data dan koordinasi penerima
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, mengatakan data penerima disaring dan disepakati bersama Kementerian Sosial sebelum dikirim ke Bulog untuk penyaluran. Proses ini dilakukan untuk meminimalkan kesalahan sasaran dan memastikan administrasi berjalan rapi.
“Datanya kami terima dari Kemensos. Data kami tanda tangani lalu kirim ke Bulog,”
Amran menyampaikan pernyataan itu di Jakarta pada Sabtu, 5 September 2026. Ia menegaskan Bapanas terus mengawal pelaksanaan penyaluran dan melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Pelaksana dan alternatif titik penyaluran
Perum Bulog diberi tugas mengeksekusi penyaluran bantuan pangan beras. Bapanas tetap berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memastikan penerapan daftar penerima sesuai DTSEN.
Jika kantor desa atau kelurahan menghadapi kendala teknis, Bapanas membuka kemungkinan menggunakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai titik pembagian alternatif.
Kelompok penerima dan data cadangan
Program ini menargetkan penerima pada kelompok desil satu hingga empat, yaitu keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah. Bapanas juga menyiapkan data cadangan untuk menggantikan penerima yang tidak dapat menerima bantuan karena meninggal, pindah domisili, atau kondisi lain.
Data pengganti diprioritaskan dari kelompok desil satu hingga empat dengan kriteria tertentu, antara lain:
- lansia;
- perempuan kepala keluarga miskin;
- penyandang disabilitas.
Pengawasan lapangan dan capaian sementara
Bapanas menurunkan tim ke sejumlah daerah untuk memantau penyaluran sekaligus menjaga stabilitas harga beras. Wilayah yang telah dikunjungi antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, dan Lampung.
Sampai triwulan pertama 2026, bantuan dinilai turut menjaga daya beli: konsumsi rumah tangga menyumbang 54,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto dengan pertumbuhan 5,52 persen. Selama Januari–Maret 2026, sebanyak 1,85 juta penerima telah menerima bantuan yang terdiri dari 37,1 juta kilogram beras dan 7,4 juta liter minyak goreng.
Permintaan DPR dan target tahap berikutnya
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), meminta koordinasi diperketat agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Bapak tolong dikoordinasikan. Supaya ini bantuan-bantuan jangan tidak tepat sasaran,”
Bapanas menargetkan tahap kedua program berjalan lebih baik secara teknis dan administrasi, serta menegaskan penyaluran tidak akan melewati akhir tahun seperti pelaksanaan sebelumnya. Total penerima yang disasar mencapai 33,24 juta keluarga, di samping tujuan tambahan untuk membantu menekan fluktuasi harga beras nasional.
Ke depan, pengawasan administrasi dan verifikasi data menjadi kunci agar bantuan pangan beras berjalan efektif dan tepat sasaran, sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...