Bina Marga Perkuat Konektivitas Jalan Dukung Prioritas Nasional 2027
Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar, menegaskan peran konektivitas jalan dalam mendukung prioritas nasional 2027 pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu, 1 Juli 2026, di Kompleks Parlemen, Jakarta. Tujuan utama adalah memperlancar arus barang, jasa, dan mobilitas masyarakat secara efisien serta berkelanjutan.
Konektivitas jalan untuk RKP 2027
Roy menjelaskan bahwa Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 mengusung tema akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan penguatan industri. Untuk mencapai itu, Bina Marga fokus menyediakan jaringan jalan yang andal dan terintegrasi agar akses antarwilayah terbuka lebar.
“Melalui penyediaan konektivitas jalan yang andal dan terintegrasi, guna membuka akses antarwilayah, memperlancar arus barang dan jasa. Kemudian mempercepat mobilitas penduduk secara efisien dan berkelanjutan,”
Peran Bina Marga dalam Program Kerja Prioritas Nasional
Menurut Roy, kontribusi Bina Marga diwujudkan melalui delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang menjadi penajaman program strategis pemerintah. Fokus utama adalah akselerasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan produktivitas, serta menarik investasi.
“PKPN merupakan penajaman program strategis pemerintah yang berfokus pada delapan klaster utama. Untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, produktivitas, investasi, dan industri,”
Program konkret dan target dampak
Beberapa program konkret yang disampaikan Bina Marga meliputi:
- Pengembangan kawasan pangan terintegrasi sebagai dukungan pada klaster kedaulatan pangan.
- Penyediaan infrastruktur jalan untuk memperlancar distribusi barang dan jasa antarwilayah.
- Dukungan terhadap ketahanan bencana melalui rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya di Sumatra.
- Kolaborasi dalam pengembangan jaringan kereta api nasional untuk integrasi moda transportasi.
- Percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal serta penguatan ekonomi kerakyatan dan desa.
Langkah tersebut dirancang agar distribusi logistik lebih cepat dan biaya mobilitas masyarakat turun, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.
Prospek dan koordinasi ke depan
Bina Marga menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan jalan terpadu berjalan sesuai target PKPN. Selain itu, pengawasan mutu dan keberlanjutan menjadi fokus agar infrastruktur memberikan manfaat jangka panjang.
Implementasi rencana ini diharapkan tidak hanya membuka akses fisik, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan produktivitas wilayah hingga 2027.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sejarah TNI: Dari TKR ke Tentara Nasional Indonesia
5 Oktober diperingati sebagai Hari TNI karena pembentukan TKR pada 1945 yang kemudian berkembang menjadi Ten...
Menkomdigi Tekankan Penerapan PP Tunas saat Audiensi dengan LEGO
Menkomdigi Meutya Hafid dorong penerapan PP Tunas dan persetujuan orang tua saat audiensi dengan LEGO untuk...
Kapolri: Berbeda Seragam, Satu Hati Menjaga Negeri — HUT TNI ke-81
Kapolri Suyudi tegaskan TNI dan Polri tetap "satu hati" menjaga Indonesia menjelang HUT TNI ke-81, 5 Oktober...
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...
Mendag: Perlindungan Hak Pekerja Bukan Instrumen Politik
Mendag Budi Santoso menegaskan perlindungan hak pekerja bukan alat politik dan menekankan penanganan kerja p...