BGN Siapkan Anggaran MBG Rp240,2 T untuk 72,4 Juta Penerima 2027
Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan anggaran Rp240,2 triliun pada 2027 untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 72,4 juta penerima manfaat. Pengumuman anggaran dan target itu disampaikan Kepala BGN Sudaryono pada Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX, Kamis, 3 September 2026, di Jakarta.
Rincian anggaran dan sasaran
Anggaran 2027 tercantum dalam Surat Bersama Pagu Indikatif Menteri Keuangan Nomor S-228/MK.03/2026 dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor B-385/D.9/PP.04.03/05/2026 tertanggal 7 Mei 2026. Total alokasi tersebut dibagi untuk program inti dan dukungan manajemen.
BGN merinci komposisi anggaran sebagai berikut:
- Program pemenuhan gizi nasional: Rp232,8 triliun (96,95%)
- Dukungan manajemen: Rp7,32 triliun (3,05%)
Untuk pelaksanaan MBG, alokasi khusus mencapai Rp198,9 triliun bagi anak sekolah (PAUD sampai SMA) dan Rp33,5 triliun untuk kelompok sasaran 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dari sisi penerima manfaat, BGN menargetkan:
- 60,5 juta anak sekolah (PAUD–SMA)
- 11,8 juta kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, balita)
Penguatan akuntabilitas keuangan
Selain memperluas cakupan, BGN mengintensifkan pengawasan dan akuntabilitas keuangan program. Salah satu langkah adalah pelatihan untuk akuntan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Tujuan dilaksanakan training ini bagaimana laporan keuangan, uang yang Anda kelola di semua dapur adalah uang rakyat. Uang yang Anda kelola, masak, dan bagikan dalam bentuk makanan kepada penerima manfaat adalah uang rakyat, bersumber dari rakyat dan pertanggungjawabannya harus jelas,"
Sudaryono mengingatkan bahwa kelalaian dalam pertanggungjawaban keuangan MBG dapat menimbulkan implikasi serius, termasuk potensi kerugian negara. Oleh karena itu, tata kelola dan transparansi menjadi prioritas BGN.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan pengelolaan anggaran yang besar, BGN menekankan perbaikan sistem pelaporan dan audit internal. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kredibilitas program dan memastikan bantuan bergizi sampai ke kelompok sasaran secara tepat dan akurat.
BGN juga menyatakan akan terus bekerja dengan tim dan sejumlah pemangku kepentingan untuk memperbaiki pelaksanaan Program MBG agar target pemenuhan gizi nasional tercapai pada 2027.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...