CIEIE 2026 Dorong Transfer Teknologi Indonesia-Tiongkok
CIEIE 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 September 2026. Pameran berlangsung hingga 5 September dan menghadirkan pelaku usaha dan perusahaan Tiongkok untuk membuka peluang investasi, perdagangan, dan transfer teknologi bagi pelaku usaha lokal.
Tujuan pameran dan fokus transfer teknologi
Penyelenggara menekankan bahwa tujuan CIEIE 2026 bukan sekadar promosi produk. Pameran diarahkan untuk mempercepat transfer teknologi dan inovasi dari perusahaan Tiongkok ke mitra Indonesia. Utusan Khusus Presiden untuk UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital Ahmad Ridha Sabana menyatakan kebijakan terbuka terhadap investasi Tiongkok.
Target kita bukan cuma investasi, tapi mengalihkan teknologi itu lebih penting. Inovasi dan teknologi harusnya sudah lebih cepat dan segera berpindah,
— Ahmad Ridha Sabana
Peningkatan kualitas pameran
Menurut Wakil Ketua CCPIT Commercial Sub-council Wang Xi, CIEIE 2026 menunjukkan peningkatan kualitas mitra kerja sama, pembeli, dan rangkaian kegiatan. Peningkatan ini dinilai signifikan dibandingkan edisi sebelumnya.
Menurut saya, tiga aspek ini adalah peningkatan besar dari pameran kami kali ini,
— Wang Xi
Pameran Kerja Sama Hijau dan inovasi
Salah satu penguatan CIEIE 2026 adalah keterlibatan China Council for the Promotion of International Trade atau CCPIT. Bersama CCPIT, penyelenggara menghadirkan Pameran Kerja Sama Hijau dan Inovasi Tiongkok-Indonesia seluas sekitar 1.500 meter persegi.
Pameran ini menampilkan perusahaan teknologi tinggi, termasuk produsen kendaraan energi baru dan kendaraan listrik. Kehadiran mereka membuka peluang pengenalan teknologi dan penjajakan kerja sama manufaktur dengan mitra Indonesia.
Kolaborasi e-commerce lintas batas
CIEIE 2026 juga menggandeng World Internet Conference untuk menggelar eksposisi e-commerce lintas batas. Kolaborasi ini memperluas cakupan kerja sama perdagangan digital dan pertukaran teknologi antara kedua negara.
Contoh perusahaan dan peluang pasar
Salah satu peserta, Yadea, produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, melihat Indonesia sebagai pasar potensial. Wakil Presiden Yadea Indonesia Luo Mingzeng menyatakan perusahaan memanfaatkan pameran untuk memperkenalkan teknologi dan menjajaki mitra distribusi lokal.
Kami berharap dapat memamerkan teknologi produk kami, menjalin hubungan dengan diler dan penyedia saluran lokal di Indonesia,
— Luo Mingzeng
Yadea menyebut telah menerima minat kerja sama pada saluran ritel dan logistik perkotaan. Pertemuan antara keunggulan industri transportasi hijau Tiongkok dan kebutuhan pasar Indonesia berpotensi membuka kerja sama manufaktur.
Implikasi untuk pelaku usaha lokal
Dengan fokus pada transfer teknologi, CIEIE 2026 berpeluang memperkuat kapasitas industri lokal. Pelaku usaha diharapkan memperoleh akses ke inovasi, peralatan, dan model bisnis baru yang bisa mempercepat adopsi teknologi hijau dan digital.
Secara keseluruhan, CIEIE 2026 menjadi platform untuk memperdalam hubungan ekonomi dan teknologi Indonesia-Tiongkok, serta membuka jalan bagi kerja sama jangka panjang yang lebih berbasis inovasi.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Purbaya Pakai Base Money (M0) untuk Pantau Likuiditas
Purbaya Yudhi Sadewa memilih base money (M0) sebagai indikator utama likuiditas, dengan pertumbuhan 18,3% pa...
Indonesia-Malaysia Maksimalkan BTA di Perbatasan Entikong-Tebedu
Indonesia dan Malaysia mulai implementasikan BTA 2023 per 29 Mei 2026 untuk memperlancar perdagangan lintas...
Wamen UMKM: Kolaborasi RRI-Gekraf Buka Akses Pasar UMKM
Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza: kolaborasi RRI dan Gekraf strategis untuk membuka koneksi dan memperluas akses...
IHSG Menguat 72 Poin, Tutup di 6.667 pada 3 Sep 2026
IHSG ditutup menguat 72,11 poin ke 6.667,89 pada 3 Sept 2026, didorong sentimen eksternal dan transisi kepem...
Menkeu Tolak Tax Amnesty, Fokus Rapikan Pengumpulan Pajak
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada rencana tax amnesty; fokus pada perbaikan pengumpulan pajak dan reformasi...
Program Bedah Rumah Capai 131.689 Unit, Percepat Penyerapan Anggaran
Program Bedah Rumah capai 131.689 unit (33,37% target) dan KPP salurkan Rp26,4 triliun; kementerian percepat...