Wamen UMKM: Kolaborasi RRI-Gekraf Buka Akses Pasar UMKM
Jakarta — Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menilai kolaborasi antara Radio Republik Indonesia (RRI) dan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) membuka peluang perluasan pasar bagi pelaku UMKM. Pernyataan itu disampaikan dalam Webinar Nasional RRI Fest 2026 bertema Saatnya UMKM Menembus Pasar Global, Kamis 3 September 2026. Helvi menyebut sinergi ini strategis untuk memperluas koneksi dan akses pasar.
Kolaborasi RRI dan Gekraf untuk konektivitas
Menurut Helvi, jaringan media RRI yang luas dan ekosistem ekonomi kreatif akan membantu mempertemukan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi dengan pasar baru. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan visibilitas produk lokal serta membuka jalur distribusi yang lebih luas, termasuk ke pasar internasional.
Karena itu kolaborasi dengan jaringan media RRI dan ekosistem ekonomi kreatif memiliki arti strategis. Sehingga dapat membuka koneksi yang lebih luas.
Peran UMKM dan tantangan saat ini
Helvi menegaskan UMKM merupakan salah satu kekuatan utama perekonomian nasional. Saat ini tercatat sekitar 56,1 juta unit UMKM. Kontribusi sektor ini terhadap PDB nasional mencapai 60,5 persen dan menyerap sekitar 117 juta tenaga kerja, atau sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional.
Artinya tantangan kita bukan lagi memperbanyak jumlah UMKM. Tetapi memastikan UMKM yang produktif.
Meskipun jumlahnya besar, kontribusi UMKM terhadap ekspor masih relatif rendah, sekitar 15,7 persen. Partisipasi UMKM dalam global value chain juga masih terbatas, yakni sekitar 4,1 persen. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan peningkatan kualitas produk dan daya saing.
Langkah pemerintah dan fokus penguatan
Pemerintah mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui beberapa langkah terpadu. Tujuannya agar usaha mikro dan kecil siap bersaing di pasar domestik maupun global.
- Peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan dan pendampingan;
- Akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau;
- Digitalisasi proses bisnis dan pemasaran;
- Pembangunan kemitraan antara pelaku usaha dan korporasi;
- Standardisasi produk untuk memenuhi persyaratan pasar;
- Perluasan akses pasar baik nasional maupun internasional.
Dampak dan prospek
Helvi meyakini peningkatan daya saing UMKM akan berdampak luas. Selain mendorong pertumbuhan usaha, hal ini diharapkan meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah. Kolaborasi antar pemangku kepentingan, seperti RRI dan Gekraf, dinilai menjadi salah satu cara mempercepat proses konektivitas pasar bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Upaya konkret untuk meningkatkan mutu produk, memanfaatkan teknologi, dan membangun kemitraan dinilai kunci agar UMKM Indonesia dapat memperbesar pangsa di pasar global.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
IHSG Menguat 1,03% di Sesi I, Rupiah Menguat Jelang Data Ekonomi AS
IHSG menguat 1,03% pada jeda perdagangan 3 Sept 2026; rupiah juga menguat sambil investor mencermati data ke...
Pemerintah Dorong UMKM Jemput Peluang Pasar Internasional
Wamen UMKM ajak pelaku usaha proaktif perkuat produk, pakai teknologi, dan jalin kemitraan untuk menembus pa...
Rupiah Berpeluang Menguat Setelah Dolar AS Terkoreksi
Rupiah menguat 0,30% ke Rp17.693 per dolar pada 3 Sept 2026 setelah koreksi dolar; penguatan terbatas oleh g...
Pertamina Marine Solutions Raih 4 Penghargaan IQSA Awards 2026
PMSol meraih empat penghargaan IQSA Awards 2026 di Jakarta berkat inovasi digital HSSE, sistem induksi kesel...
Harga Emas Antam Naik Rp15.000 per Gram, Cek Daftar Lengkap
Harga emas Antam naik Rp15.000 per gram pada 3 September 2026; harga 1 gram kini Rp2.639.000, buyback Rp2.49...
IHSG Menguat ke 6.632,83 di Sesi I, Analis Prediksi Sideways
IHSG dibuka menguat ke 6.632,83 pada 3 Sep 2026, naik 0,56%. Analis Phintraco perkirakan pergerakan "sideway...