IHSG Menguat 72 Poin, Tutup di 6.667 pada 3 Sep 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 3 September 2026. Penutupan tercatat di level 6.667,89, naik 72,11 poin atau 1,09 persen dari sesi sebelumnya.
Ringkasan pergerakan
IHSG dibuka pada 6.632,82 dan mayoritas bergerak di zona positif sepanjang hari. Indeks menyentuh titik tertinggi pada 6.681,83 dan terendah di 6.614,71 sebelum akhirnya ditutup menguat.
Data perdagangan
Sepanjang sesi, aktivitas pasar cukup tinggi dengan volume dan nilai transaksi yang signifikan. Berikut ringkasan data perdagangan hari ini:
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Volume saham | 40,520 miliar lembar |
| Nilai transaksi | Rp18,436 triliun |
| Frekuensi transaksi | 2.487.132 kali |
| Saham naik | 402 |
| Saham turun | 213 |
| Saham stagnan | 180 |
| Kapitalisasi pasar | Rp11.666 triliun |
Faktor penggerak — eksternal dan regional
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG didorong kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Di luar negeri, bursa regional Asia menguat setelah rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan pelemahan.
Salah satu indikator yang disorot adalah ADP Employment Change yang turun menjadi 38 ribu dari 46 ribu sebelumnya. Menurut Pilarmas, penurunan ini menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS pada Agustus 2026.
“Kondisi tersebut menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS pada Agustus 2026,” ujar Tim Pilarmas.
Selain itu, komentar pejabat Federal Reserve New York dianggap meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga. Harga minyak yang lebih rendah juga disebut memberi ruang untuk menurunkan tekanan inflasi global.
Perkembangan di Asia
Pilarmas juga mencatat perkembangan positif dari Jepang dan Tiongkok. Aktivitas sektor jasa kedua negara meningkat, didukung permintaan domestik yang lebih kuat.
“Aktivitas sektor jasa kedua negara tersebut meningkat didukung permintaan domestik yang lebih kuat,” kata Tim Pilarmas.
Respons domestik
Di dalam negeri, pasar memberikan respons positif terhadap proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia. Pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dinilai memberikan sinyal keberlanjutan kebijakan moneter.
Tim Pilarmas menilai kelanjutan kebijakan moneter menjadi faktor penting yang memperkuat sentimen dan mendukung pergerakan IHSG hari ini.
Implikasi
Kombinasi faktor global dan domestik menempatkan pasar pada momentum positif. Investor akan tetap mencermati data tenaga kerja AS, kebijakan suku bunga, serta langkah kebijakan Bank Indonesia untuk menentukan arah pasar selanjutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Menguat 1,03% di Sesi I, Rupiah Menguat Jelang Data Ekonomi AS
IHSG menguat 1,03% pada jeda perdagangan 3 Sept 2026; rupiah juga menguat sambil investor mencermati data ke...
Pemerintah Dorong UMKM Jemput Peluang Pasar Internasional
Wamen UMKM ajak pelaku usaha proaktif perkuat produk, pakai teknologi, dan jalin kemitraan untuk menembus pa...
Rupiah Berpeluang Menguat Setelah Dolar AS Terkoreksi
Rupiah menguat 0,30% ke Rp17.693 per dolar pada 3 Sept 2026 setelah koreksi dolar; penguatan terbatas oleh g...
Pertamina Marine Solutions Raih 4 Penghargaan IQSA Awards 2026
PMSol meraih empat penghargaan IQSA Awards 2026 di Jakarta berkat inovasi digital HSSE, sistem induksi kesel...
Harga Emas Antam Naik Rp15.000 per Gram, Cek Daftar Lengkap
Harga emas Antam naik Rp15.000 per gram pada 3 September 2026; harga 1 gram kini Rp2.639.000, buyback Rp2.49...
IHSG Menguat ke 6.632,83 di Sesi I, Analis Prediksi Sideways
IHSG dibuka menguat ke 6.632,83 pada 3 Sep 2026, naik 0,56%. Analis Phintraco perkirakan pergerakan "sideway...