Tinjau Bantuan Pangan di Karawang, Bapanas Pastikan Tepat Sasaran
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman meninjau penyaluran Bantuan Pangan di Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, pada Senin, 31 Agustus 2026. Ia memastikan bantuan yang mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) diterima oleh penerima yang tepat.
Penyaluran di Desa Sindangsari
Di Desa Sindangsari, program tersebut menyasar 1.092 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Total beras yang dialokasikan untuk wilayah ini mencapai 32.760 kilogram untuk periode Juli–September 2026.
Skema dan jumlah alokasi
Setiap PBP menerima 10 kilogram beras per bulan, sehingga total alokasi per penerima untuk tiga bulan menjadi 30 kilogram. Secara keseluruhan, di Kabupaten Karawang bantuan menyasar 126.637 PBP dengan total alokasi sekitar 3,79 juta kilogram untuk periode yang sama.
Data penerima dan pelaksana
Menurut Amran, data penerima berasal dari Kementerian Sosial dan menjadi dasar pelaksanaan oleh Bapanas. Selanjutnya, penyaluran dilakukan melalui Perum Bulog berdasarkan data tersebut.
"Kita datanya dari Kemensos. Kami menjadi eksekutor menyalurkan bantuan dari Bapak Presiden. Jadi kita terima data. Insyaallah tepat," ujar Amran di Balai Desa Sindangsari, Karawang.
Cakupan distribusi dan capaian provinsi
Penyaluran alokasi Juli–September 2026 sudah dimulai oleh Bulog Cabang Karawang. Distribusi mencakup beberapa wilayah utama:
- Kabupaten Karawang
- Kabupaten Bekasi
- Kota Bekasi
Ketiga wilayah tersebut bersama alokasi lain mencapai total 632.256 PBP untuk cakupan di area Bulog Cabang Karawang. Di tingkat provinsi, Jawa Barat mendapat alokasi untuk 6.039.551 PBP dengan total beras sekitar 181,1 juta kilogram.
Penyerapan dan stok Bulog
Bapanas melaporkan stok beras pemerintah di Bulog sekitar 5,2 juta ton, yang menjadi basis intervensi stabilisasi pangan. Sampai saat ini Bulog telah menyerap sekitar 3,6 juta ton atau 92,5% dari target penyerapan 4 juta ton, dengan sisa penyerapan diharapkan terselesaikan pada September 2026.
Proyeksi dan konteks nasional
Pemerintah menyalurkan program Bantuan Pangan sebelumnya pada Februari–Maret 2026 sebesar 662,87 ribu ton kepada 33,24 juta PBP. Untuk periode Juli–September disiapkan tambahan 997,2 ribu ton, sehingga total alokasi sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 1,66 juta ton — naik sekitar 133,83% dibandingkan realisasi 2025.
Penyaluran beras yang diserap Bulog dari petani ini berfungsi ganda: membantu daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Pemerintah menempatkan penyaluran bantuan sebagai instrumen utama dalam upaya tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...