Lokal

Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik untuk 7 Keluarga Korban Kebakaran

Bagikan:
Rumah warga hangus akibat kebakaran di Komplek Permata Punie, Aceh Besar

Kota Jantho — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyalurkan bantuan masa panik kepada tujuh keluarga yang terdampak kebakaran di Komplek Permata Punie, Gampong Punie, Kecamatan Darul Imarah, Minggu (25/10). Penyerahan disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Besar Darwan Asrizal mewakili Bupati H. Muharram Idris.

Kronologi dan kerusakan

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.40 WIB dan menyebabkan tiga unit rumah rusak berat serta empat unit mengalami kerusakan ringan. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dari insiden ini.

Tiga rumah yang rusak berat tercatat milik Moch Sunandar, Abdul Mutalib Yahya, dan satu rumah yang ditempati Ganda Pasaribu (status sewa). Empat rumah dengan kerusakan ringan dimiliki oleh Banta Khairul Ikhsan, Misriati, Merita, dan Hendri Jenni.

Bantuan yang disalurkan

Bantuan berasal dari APBK Aceh Besar, APBA, dan APBN. Paket yang diserahkan mencakup kebutuhan pokok, pakaian, perlengkapan sekolah anak, perlengkapan keluarga, peralatan rumah tangga, serta bahan bangunan untuk mendukung perbaikan rumah terdampak.

Peran pemerintah dan respon cepat

Penyerahan bantuan turut dihadiri Camat Darul Imarah Muhammad Basir, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Aceh Besar Munawar, serta Keuchik Punie Abu Bakar. Kepala Dinas Sosial Darwan Asrizal menekankan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah meskipun jumlahnya terbatas.

"Jangan menilai bantuan ini dari jumlahnya, meskipun mungkin masih terbatas. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemkab Aceh Besar kepada warga yang mengalami musibah kebakaran,"

Keuchik Abu Bakar memberikan apresiasi atas respons cepat pemerintah kabupaten dan pihak terkait, termasuk petugas BPBD yang bergerak cepat sehingga api tidak meluas. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Sosial, Tagana, TKSK, dan pihak lain yang segera menyalurkan bantuan.

"Kami akan mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang tertimpa musibah ini melalui donasi secara swadaya. Kami berharap kepedulian dan kebersamaan masyarakat dapat meringankan beban para korban,"

Tantangan dan langkah selanjutnya

Keuchik Abu Bakar mengakui keterbatasan anggaran dana desa sehingga bantuan yang diberikan gampong belum dapat mencakup semua kebutuhan korban. Oleh karena itu, rencana penggalangan donasi secara gotong royong akan ditempuh untuk membantu proses pemulihan.

Pemkab Aceh Besar berharap bantuan masa panik ini dapat memenuhi kebutuhan mendesak dan menjadi dukungan awal bagi keluarga terdampak untuk memulihkan kondisi pascakebakaran.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait