Lokal

Bupati: MTQ XXXV Aceh Besar Bukan Sekadar Lomba

Bagikan:
Pembukaan MTQ XXXV Aceh Besar di Lapangan Bung Cala, Kuta Baro

KOTA JANTHO — Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) menegaskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV bukan hanya ajang perlombaan, melainkan sarana membumikan nilai-nilai Al-Quran. Pembukaan digelar di Lapangan Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026; kegiatan berlangsung 24–31 Oktober 2026.

MTQ harus membentuk generasi Qurani

Syech Muharram mengatakan MTQ perlu berfungsi lebih luas: memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran. Tujuannya agar generasi muda memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kita ingin nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Al-Quran benar-benar tertanam dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran tidak hanya dibaca dengan suara yang indah, tetapi juga harus dipahami, dihayati, dan diamalkan demi mewujudkan Aceh Besar yang bertakwa, maju, dan bermartabat.

Peran MTQ dalam pembinaan masyarakat

Menurut Bupati, penyelenggaraan MTQ harus menjadi momentum pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial. Beberapa fungsi penting MTQ yang ditekankan adalah:

  • Memperkuat syiar dan pengamalan ajaran Al-Quran.
  • Memupuk ukhuwah Islamiyah antarwarga dan antarkafilah.
  • Menjadi wadah pendidikan bagi generasi muda untuk memahami makna Al-Quran.

Pesan untuk peserta

Syech Muharram berpesan agar para peserta mengikuti lomba dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi kejujuran, dan menjaga kesehatan. Ia mendorong peserta memanfaatkan kesempatan untuk saling bertukar pengalaman dan mempererat tali silaturahmi.

Kalian semua adalah putra-putri terbaik Aceh Besar dan merupakan bukti bahwa potensi generasi muda dalam mencintai Al-Quran sangat besar. Jadikan MTQ ini sebagai sarana menempa diri, menunjukkan kemampuan terbaik, dan menjaga kemurnian niat semata-mata untuk memuliakan kalam Allah SWT.

Partisipasi dan target

MTQ XXXV Aceh Besar diikuti 665 peserta dari 23 kafilah kecamatan. Mereka berkompetisi dalam berbagai cabang untuk menjaring qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik daerah sekaligus menghidupkan kembali pembinaan tilawatil Quran di Aceh Besar.

Bupati berharap muncul wakil-wakil berkualitas yang mampu mewakili Aceh Besar di tingkat provinsi dan nasional, serta mempertahankan prestasi daerah sebagai juara umum MTQ tingkat Provinsi Aceh.

Dukungan pemerintah provinsi

Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Taufik ST MSi, pemerintah provinsi menyambut baik kembalinya pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten setelah sempat terhenti beberapa tahun. Pemerintah menegaskan MTQ harus menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang untuk melahirkan generasi Qurani.

MTQ hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ajang pembinaan untuk melahirkan generasi Qurani yang tidak sekadar mampu membaca Al-Quran, melainkan juga memahami dan mengamalkan kandungannya.

Pelaksanaan MTQ XXXV diharapkan menghidupkan kembali tradisi tilawatil Quran di Aceh Besar dan memperkuat upaya pembinaan keagamaan yang berkelanjutan di tingkat desa dan kecamatan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait