FKKA Aceh Bahas Anggaran, Sampah, dan Sinkronisasi Tata Ruang
Sabang — Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus menghadiri Rapat Dewan Pimpinan Forum Komunikasi Pemerintahan Kabupaten dan Kota se-Aceh (FKKA) pada Sabtu, 24 Oktober. Pertemuan yang digelar di Pendopo Wali Kota Banda Aceh ini membahas isu strategis pembangunan, kebijakan keuangan daerah, dan penguatan koordinasi antarpemerintah kabupaten-kota di Aceh.
Pertemuan dan tujuan forum
Rapat dipimpin oleh Koordinator FKKA sekaligus Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Forum yang mengusung tugas Dewan Pimpinan FKKA periode 2025–2030 itu menjadi wadah evaluasi program kerja dan perumusan langkah bersama menghadapi tantangan pembangunan di tingkat daerah.
Tujuan utama pertemuan adalah menyamakan pandangan antar pemda dan menyediakan ruang bagi daerah untuk menyampaikan kebutuhan serta kendala pelaksanaan kebijakan pusat dan provinsi yang berdampak pada kabupaten dan kota.
Isu utama yang dibahas
Pembahasan rapat meliputi beberapa topik prioritas yang dianggap krusial untuk mendukung keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik. Isu-isu tersebut antara lain:
- Kebijakan anggaran dan pengelolaan keuangan daerah untuk meningkatkan efektivitas belanja publik.
- Penanganan pascabencana dan kesiapsiagaan antardaerah.
- Pengelolaan persampahan regional sebagai bagian dari upaya kebersihan dan kesehatan lingkungan.
- Sinkronisasi tata ruang untuk mendukung investasi dan pembangunan berkelanjutan.
- Pertukaran pengalaman terkait program unggulan antardaerah sebagai bahan replikasi kebijakan.
Pandangan Wakil Wali Kota Sabang
Suradji menekankan pentingnya koordinasi antarpemerintah kabupaten dan kota untuk menghasilkan kebijakan yang responsif terhadap kondisi daerah.
“Setiap daerah tentu memiliki kebutuhan dan tantangan masing-masing. Karena itu, melalui forum ini kita bisa saling bertukar pandangan dan menyampaikan persoalan yang dihadapi, sehingga ada masukan bersama untuk menyikapi kebijakan pembangunan ke depan,” ujar Suradji.
Ia berharap masukan dari berbagai daerah tidak berhenti di level diskusi, melainkan ditindaklanjuti menjadi langkah konkret sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Tindak lanjut dan agenda FKKA
Selain evaluasi program kerja FKKA tahun 2026, rapat juga menyusun usulan kegiatan untuk 2027. FKKA diharapkan dapat menghimpun aspirasi kabupaten dan kota serta merumuskan rekomendasi bersama yang nantinya dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
Harapannya, rekomendasi ini akan mendukung peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Aceh melalui kebijakan yang lebih selaras antar tingkatan pemerintahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Muhammad Saman Lolos Verifikasi Calon Ketua PWI Aceh
Muhammad Saman dinyatakan lolos verifikasi administrasi calon Ketua PWI Aceh setelah SC menuntaskan pemeriks...
IPAL Diduga Cemari Warga, Razia Narkoba, dan 36 Santri Keracunan
Warga Seri Rampah keluhkan IPAL dapur SPPG, Polres Binjai gelar razia, dan 36 santri diduga keracunan makana...
Bupati: MTQ XXXV Aceh Besar Bukan Sekadar Lomba
Bupati Aceh Besar minta MTQ XXXV (24–31 Okt 2026) menjadi sarana pembinaan generasi Qurani, bukan sekadar me...
Warga Keluhkan IPAL SPPG Sei Rampah yang Diduga Cemari Pemukiman
Warga Sei Rampah keluhkan IPAL dapur SPPG yang diduga meluap dan menggenangi rumah; Perkim LH meninjau dan b...
Delapan Putri Sumut Siap Berlaga di Ajang Nasional 2026
Delapan wakil Sumatera Utara siap berlaga di ajang Puteri Anak, Puteri Batik, dan Puteri Remaja Indonesia 20...
36 Orang di Ponpes Mazilah Darussalam Diduga Keracunan Pangan
36 orang di Ponpes Mazilah Darussalam diduga keracunan pangan; tiga sempat dirawat di RS Haji Medan. Laporan...