IPAL Diduga Cemari Warga, Razia Narkoba, dan 36 Santri Keracunan
Seirampah, Serdang Bedagai — Warga Dusun IV Desa Sei Rampah melaporkan dugaan pencemaran dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah yang menyebabkan genangan dan bau tak sedap. Pada saat bersamaan, Polres Binjai bersama TNI dan BNN menggelar operasi narkotika, dan 36 santri di sebuah pondok pesantren dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan.
Warga Keluhkan Luapan Limbah dari Dapur SPPG
Warga menyatakan luapan air limbah menggenangi halaman rumah dan memunculkan aroma menyengat. Keluhan itu mendorong tinjauan dari Dinas Perumahan dan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Serdang Bedagai.
Kepala Bidang Perkim LH Sergai, Boy Reonaldi Sihombing, menjelaskan setelah peninjauan bahwa kolam di belakang dapur SPPG Sei Rampah tidak jadi difungsikan sebagai IPAL. Namun, Perkim LH tetap meminta pengelolaan limbah dapur dilakukan sesuai standar teknis agar tidak mencemari lingkungan.
Operasi Sarang dan Barak Narkotika di Binjai
Polres Binjai bersama TNI dan BNN Kota Binjai menggelar Operasi Sarang dan Barak Narkotika (OSN) pada Jumat (23/10). Operasi ini merupakan respons atas laporan masyarakat tentang dugaan aktivitas narkotika di wilayah hukum Polres Binjai.
Petugas menyasar dua lokasi: kawasan Pajak Bawah Pasar Tavip di Jalan Wahidin Baru, Kelurahan Pekan Binjai (Kecamatan Binjai Kota), dan Kampung Rumah Galuh di Jalan Binjai–Telagah, Desa Rumah Galuh (Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat). Di lokasi pertama, aparat mengamankan barang bukti berupa 14 bilah senjata tajam jenis pedang atau samurai.
- Lokasi 1: Pajak Bawah Pasar Tavip, Jalan Wahidin Baru (Binjai Kota) — 14 pedang/samurai diamankan.
- Lokasi 2: Kampung Rumah Galuh, Jalan Binjai–Telagah (Sei Bingai, Langkat) — operasi penggeledahan dan pengecekan berlangsung.
Puluhan Santri Alami Diduga Keracunan Pangan
Sebanyak 36 orang di Pondok Pesantren Mazilah Darussalam menunjukkan gejala yang diduga akibat keracunan pangan. Tiga di antaranya sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji Medan pada Sabtu (24/10).
"Berdasarkan laporan investigasi epidemiologi pasien yang dirawat di RS Haji Medan pada 24 Oktober 2026, jumlah pasien yang terdata mencapai 36 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang merupakan anak pengurus pesantren yang menjalani perawatan di rumah,"
Rumah sakit membenarkan adanya rujukan pasien dari pesantren tersebut, dan otoritas kesehatan setempat kemungkinan akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab serta sumber kontaminasi makanan.
Implikasi dan Tindak Lanjut
Ketiga peristiwa ini menunjukkan kebutuhan pengawasan lingkungan dan kesehatan yang lebih ketat di tingkat lokal. Untuk dugaan pencemaran limbah, pihak Perkim LH menekankan penerapan mekanisme pengolahan limbah sesuai standar. Sementara itu, razia narkoba akan berlanjut sesuai temuan di lapangan.
Kasus keracunan di pesantren akan membutuhkan investigasi epidemiologi lanjutan untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan keamanan pangan di lingkungan pendidikan keagamaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik untuk 7 Keluarga Korban Kebakaran
Pemkab Aceh Besar menyalurkan bantuan masa panik bagi tujuh keluarga korban kebakaran di Komplek Permata Pun...
Muhammad Saman Lolos Verifikasi Calon Ketua PWI Aceh
Muhammad Saman dinyatakan lolos verifikasi administrasi calon Ketua PWI Aceh setelah SC menuntaskan pemeriks...
Bupati: MTQ XXXV Aceh Besar Bukan Sekadar Lomba
Bupati Aceh Besar minta MTQ XXXV (24–31 Okt 2026) menjadi sarana pembinaan generasi Qurani, bukan sekadar me...
FKKA Aceh Bahas Anggaran, Sampah, dan Sinkronisasi Tata Ruang
FKKA Aceh menggelar rapat di Banda Aceh membahas anggaran, pengelolaan sampah, tata ruang, dan layanan publi...
Warga Keluhkan IPAL SPPG Sei Rampah yang Diduga Cemari Pemukiman
Warga Sei Rampah keluhkan IPAL dapur SPPG yang diduga meluap dan menggenangi rumah; Perkim LH meninjau dan b...
Delapan Putri Sumut Siap Berlaga di Ajang Nasional 2026
Delapan wakil Sumatera Utara siap berlaga di ajang Puteri Anak, Puteri Batik, dan Puteri Remaja Indonesia 20...