36 Orang di Ponpes Mazilah Darussalam Diduga Keracunan Pangan
MEDAN — Sebanyak 36 orang di Pondok Pesantren Mazilah Darussalam dilaporkan mengalami gejala yang diduga akibat keracunan pangan pada Sabtu (24/10). Tiga orang sempat dirawat di Rumah Sakit Haji Medan, kata Direktur Utama RS tersebut, dr. Linda.
Rincian kasus dan data pasien
Menurut laporan investigasi, pasien yang terdata berjumlah 36 orang. Komposisi pasien menurut jenis kelamin dan peran tercatat jelas dalam hasil surveilans internal pesantren.
“Berdasarkan laporan investigasi epidemiologi pasien yang dirawat di RS Haji Medan pada 24 Oktober 2026, jumlah pasien yang terdata mencapai 36 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang merupakan anak pengurus pesantren yang menjalani perawatan di rumah,”
| Kategori | Jumlah | Persentase |
|---|---|---|
| Perempuan | 20 | 56% |
| Laki-laki | 16 | 44% |
| Santri | 25 | 69% |
| Pengurus/keluarga pesantren | 9 | 25% |
| Guru | 2 | 6% |
Gejala yang dominan
Gejala paling sering dilaporkan adalah diare, diikuti keluhan lain yang umum pada keracunan makanan. Berikut ringkasan gejala berdasarkan persentase pasien:
| Gejala | Persentase |
|---|---|
| Diare | 89% |
| Sakit perut | 75% |
| Muntah | 58% |
| Mual | 56% |
| Pusing | 53% |
| Demam | 19% |
| Lemas | 8% |
| Sesak napas | 6% |
Laporan investigasi epidemiologi juga mencatat masa inkubasi atau waktu dari paparan hingga munculnya gejala berkisar antara 4 jam hingga 35 jam, dengan rata-rata sekitar 15,5 jam.
Perawatan dan penanganan
Dr. Linda menjelaskan sebagian besar pasien yang mendapat penanganan medis sudah diperbolehkan pulang pada Sabtu sore. Namun, tiga pasien masih menjalani perawatan di RS Haji Medan saat laporan dibuat. Jumlah 36 orang mencakup semua pasien yang terdata dalam investigasi, termasuk dua anak pengurus yang dirawat di rumah.
Tindak lanjut
Hingga saat ini laporan investigasi mencatat data awal kasus dan gejala. Hasil pemeriksaan lanjutan dan upaya penentuan sumber paparan belum dipublikasikan resmi. Pihak pesantren dan fasilitas kesehatan terkait tercatat sudah melakukan pencatatan kasus sebagai bagian dari investigasi epidemiologi.
Perkembangan kasus akan tergantung pada hasil pemeriksaan laboratorium dan temuan lapangan dari tim kesehatan yang menangani investigasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IPAL Diduga Cemari Warga, Razia Narkoba, dan 36 Santri Keracunan
Warga Seri Rampah keluhkan IPAL dapur SPPG, Polres Binjai gelar razia, dan 36 santri diduga keracunan makana...
Bupati: MTQ XXXV Aceh Besar Bukan Sekadar Lomba
Bupati Aceh Besar minta MTQ XXXV (24–31 Okt 2026) menjadi sarana pembinaan generasi Qurani, bukan sekadar me...
FKKA Aceh Bahas Anggaran, Sampah, dan Sinkronisasi Tata Ruang
FKKA Aceh menggelar rapat di Banda Aceh membahas anggaran, pengelolaan sampah, tata ruang, dan layanan publi...
Warga Keluhkan IPAL SPPG Sei Rampah yang Diduga Cemari Pemukiman
Warga Sei Rampah keluhkan IPAL dapur SPPG yang diduga meluap dan menggenangi rumah; Perkim LH meninjau dan b...
Delapan Putri Sumut Siap Berlaga di Ajang Nasional 2026
Delapan wakil Sumatera Utara siap berlaga di ajang Puteri Anak, Puteri Batik, dan Puteri Remaja Indonesia 20...
Polres Langkat Ringkus Pengguna Sabu dalam Operasi Sarang Narkoba
Polres Langkat bersama BNNK Langkat menangkap satu orang dan mengamankan 13 paket sabu saat Operasi Sarang N...