Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dompet Dhuafa terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak asesmen awal tim lapangan, Kamis, 3 September 2026. Bantuan difokuskan pada kebutuhan pangan, sanitasi, layanan kesehatan, dan hunian sementara di beberapa kabupaten terdampak.
Distribusi bantuan dan lokasi layanan
Penyaluran berlangsung melalui titik-titik layanan yang ditetapkan berdasarkan asesmen tim. Tim Dompet Dhuafa ditempatkan di beberapa wilayah untuk memantau dan memenuhi kebutuhan penyintas.
- Maumere
- Nagekeo
- Ngada
- Manggarai Timur
- Manggarai
Dukungan logistik berasal dari pos induk di Labuan Bajo dan Maumere, lalu didistribusikan ke pos-pos layanan di lapangan.
Bentuk bantuan yang diberikan
Dompet Dhuafa menyalurkan paket sembako, mendirikan dapur umum, serta menyediakan pos hangat untuk pengungsi. Selain itu, organisasi ini menginisiasi sarana air dan sanitasi di lokasi pengungsian.
"Dompet Dhuafa mendistribusikan bantuan sembako untuk kebutuhan pangan, lalu kami mendirikan beberapa titik dapur umum. Ada pos hangat juga, dan kita sedang menginisiasi untuk pembangunan sarana air dan sanitasi," kata Eka Suwandi, Kepala Bagian Tanggap Darurat, Pemulihan, dan Rekonstruksi (DMC) Dompet Dhuafa.
Tim juga menyalurkan perlengkapan kebersihan sesuai pendataan lapangan agar bantuan tepat sasaran. Untuk mendukung proses belajar, organisasi menyiapkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara bagi sekolah yang mengalami kerusakan.
"Banyak sekolah terdampak rusak, sementara proses pembelajaran juga sudah mulai diadakan tatap muka. Jadi tenda-tenda darurat sangat diperlukan untuk proses pembelajaran," ujar Eka Suwandi.
Akses, tantangan, dan kebutuhan mendesak
Akses menuju sejumlah lokasi masih memungkinkan dilalui kendaraan roda dua dan empat, namun kondisi jalan dan jembatan rusak memperlambat perjalanan tim. Kerusakan infrastruktur menjadi kendala utama distribusi.
Banyak warga enggan kembali menempati rumahnya karena khawatir gempa susulan. Mereka memilih bertahan di terpal atau tenda sekitar rumah hingga situasi dinilai aman.
Eka menekankan perlunya inisiasi hunian sementara untuk membantu penyintas yang belum bisa kembali. Selain hunian, kebutuhan logistik, layanan kesehatan, air bersih, dan sanitasi tetap menjadi prioritas di sejumlah titik pengungsian.
Langkah lanjutan
Dompet Dhuafa memperkuat penyaluran bantuan sambil terus memantau perkembangan di lapangan. Kolaborasi dengan pihak terkait dan dukungan logistik diharapkan mempercepat pemulihan serta memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Siapkan Anggaran MBG Rp240,2 T untuk 72,4 Juta Penerima 2027
BGN ajukan anggaran Rp240,2 triliun untuk Program MBG 2027, menargetkan 72,4 juta penerima manfaat termasuk...
Kapolri Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan di Kemah PUI
Kapolri Listyo Sigit mengajak generasi muda menjaga persatuan pada Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 di Sukabu...
Gen Z Diminta Ubah Simpati Jadi Aksi Pelestarian Mangrove
Pegiak lingkungan mendorong Gen Z ubah kepedulian menjadi aksi lewat penanaman mangrove di Tahura Ngurah Rai...
Legislator: Prioritaskan Pengusaha Daerah dalam Pembangunan Huntap
Irmawan minta Kementerian PKP prioritaskan pengusaha daerah untuk pembangunan huntap pascabencana di Sumatra...
Rahayu Saraswati: TMII Jadi Jendela Budaya Indonesia
Rahayu Saraswati nilai revitalisasi TMII memperkuat fungsi sebagai jendela budaya, dengan anjungan provinsi,...
DPR Soroti Data Desil, Minta Evaluasi Kompensasi Subsidi
DPR minta evaluasi kompensasi energi dan perbaikan akurasi data desil penerima subsidi agar bantuan pemerint...