Lokal

Banjir Rendam 5.403 Rumah di Deliserdang, 16 Desa Terdampak

Bagikan:
Masjid dan rumah terendam banjir di Desa Tumpatan Nibung, Deliserdang

Deliserdang, 29 Oktober — Hujan deras dan luapan Sungai Belumai menyebabkan banjir melanda Kabupaten Deliserdang, Kamis (29/10). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 5.403 unit rumah terendam dan hampir 20.000 Kepala Keluarga terdampak di 16 desa. Banjir diperparah oleh banjir kiriman dan beberapa tanggul yang jebol.

Daerah terdampak

BPBD melaporkan banjir terjadi di 8 kecamatan. Kecamatan paling terdampak adalah Tanjung Morawa dan Hamparan Perak. Kecamatan lain yang ikut terdampak antara lain:

  • Tanjung Morawa
  • Hamparan Perak
  • Bangun Purba
  • Deli Tua
  • Sunggal
  • Batang Kuis
  • Patumbak
  • Galang

Beberapa desa yang disebut paling parah ialah Desa Tumpatan Nibung (Batang Kuis), serta Desa Dalu X A dan Dalu X B (Tanjung Morawa).

Kronologi dan kondisi lapangan

Banjir mulai muncul sejak 27 Oktober di beberapa titik dan meningkat pada 29 Oktober akibat kiriman air. Di Tanjung Morawa, banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB karena meluapnya Sungai Belumai (sebagian warga menyebut Sei Blumai).

Di Dusun VII Desa Dalu X A ada sekitar 25 KK terendam dengan ketinggian air sekitar 30 cm. Sementara di Dusun VIII, IX, dan X Desa Dalu X B sekitar 1.000 KK terendam setinggi 60 cm dan air baru surut hingga 30 cm pada siang harinya.

Kerusakan dan respons evakuasi

Selain rumah terendam, tercatat 11 unit rumah di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang mengalami kerusakan, termasuk beberapa yang roboh karena berada di bantaran sungai. Personel kepolisian dan pemerintah desa melakukan evakuasi dan pemantauan.

"Sejauh ini tidak ada korban jiwa, hanya rumah warga tergenang. Personil bersama pemerintah desa sudah melakukan evakuasi dan monitoring,"

— AKP Jonni Harianto Damanik, Kapolsek Tanjung Morawa.

BPBD juga menyatakan sebagian banjir disebabkan tanggul yang jebol akibat derasnya aliran. Kepala Pelaksana BPBD Deliserdang menyatakan peringatan cuaca ekstrem sudah disosialisasikan sejak 27 Oktober.

"Yang terbanyak Tanjung Morawa dan Kecamatan Hamparan Perak. Banjir sudah ada sejak tanggal 27 dan hari ini bertambah karena banjir kiriman,"

— Mukti Ali Harahap, Kepala Pelaksana BPBD Deliserdang.

Suasana warga dan upaya lokal

Pantauan menunjukkan air mulai masuk rumah warga sejak pukul 04.00 WIB di beberapa desa. Di Desa Tumpatan Nibung, ketinggian air dilaporkan mencapai 50–60 cm dan menggenangi fasilitas umum, termasuk masjid setempat.

"Pukul 4 pagi tadi airnya mulai masuk dan merendam rumah warga. Ketinggian air 50 sampai 60 Cm,"

— Surianto, warga Dusun VII Desa Tumpatan Nibung.

Kepala Desa Tumpatan Nibung mengatakan pemerintah desa mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk membantu warga yang terdampak. Warga di Dalu X B mulai membersihkan rumah setelah air surut selama 4–5 jam.

"Syukur alhamdulillah air sudah mulai surut dan warga mulai membersihkan rumahnya masing-masing,"

— Sarianto, Kepala Desa Tumpatan Nibung.

"Alhamdulillah sudah surut tapi cuaca masih mendung. Kita takut tiba-tiba air sungai naik lagi,"

— Nana, warga Dalu X B.

Sampai siang hari sebagian wilayah mulai mengalami penurunan muka air, namun otoritas setempat terus memonitor kondisi dan menyiapkan langkah penanganan jika terjadi kenaikan air kembali.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait