Lokal

PDUI Sumut dan Komunitas Cinta Sehat Gelar Baksos Kesehatan di Medan

Bagikan:
Suasana bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan di Musholla Ar Rahman Medan

Medan, 15 Agustus 2026 — Perhimpunan Dokter Umum Indonesia atau PDUI Sumatera Utara bekerja sama dengan Komunitas Cinta Sehat, IDI Sumut, Pemerintah Kecamatan Medan Kota, dan Pemerintah Kelurahan Mesjid menggelar bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis di Musholla Ar Rahman, Jalan Samarinda, Medan. Kegiatan ini juga dimeriahkan lomba untuk memperingati HUT ke-81 RI dan diikuti warga dari berbagai etnis.

Pelaksanaan dan partisipasi

Kegiatan berlangsung pada Sabtu 15 Agustus 2026 dan dihadiri lebih dari 50 peserta dari lingkungan sekitar serta pengunjung dari luar kelurahan. Camat Medan Kota Mhd. Andi Syahputra memberi apresiasi atas inisiatif warga yang konsisten mengadakan layanan sosial dan kesehatan.

Ini luar biasa sekali. Partisipasi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat sangat bagus. Bapak ini dari tahun ke tahun sudah membuat bakti sosial, pelayanan kesehatan gratis, bahkan menggunakan dokter-dokter yang andal

Andi berharap program seperti ini memberi dampak lebih luas dan menjadi contoh bagi wilayah lain.

Pelayanan kesehatan dan dukungan tenaga medis

Pelayanan mencakup pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat dan pengobatan singkat. Kegiatan mendapat dukungan Puskesmas Teladan dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Medan.

Alhamdulillah kami didukung oleh Puskesmas Teladan. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Medan

Ketua PDUI Sumut dr. Rudy Sambas menyatakan keterlibatan dokter umum dan spesialis membuat layanan lebih komprehensif. Dokter spesialis yang hadir antara lain dr. Anna, dr. Windia, dan dr. Andi spesialis paru.

Obat diberikan untuk kebutuhan pasien selama 15 hari dan masyarakat dapat kembali melakukan pemeriksaan bila diperlukan.

Asal-usul dan frekuensi kegiatan

Penggagas kegiatan, Husni, mengatakan baksos muncul dari komunikasi rutin antara personel Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga yang sering berkumpul. Dukungan PDUI dan IDI memudahkan penyediaan dokter umum dan spesialis.

Kami sering duduk di apotek, ngopi-ngopi, makan rujak dan sebagainya. Kemudian muncul permintaan supaya dibuat acara. Akhirnya kami memilih tanggal 15

Husni menyebut kegiatan ini telah mencapai pelaksanaan ke-31. Pada tahun sebelumnya layanan diselenggarakan secara intensif sejak kuartal akhir, kemudian pada 2026 dilanjutkan dua kali sebulan. Selain warga Kelurahan Mesjid, sekitar 10 sampai 20 persen peserta berasal dari luar wilayah.

Dampak sosial dan harapan

Lurah Mesjid Safril Anis Pane menilai kegiatan efektif mempererat hubungan antarwarga lintas etnis dan memberi perhatian khusus pada lansia. Safril berharap layanan berkelanjutan sehingga warga lanjut usia mendapat pemantauan kesehatan yang lebih baik.

Alhamdulillah, kebetulan promotornya juga Bapak Husni, keturunan Tionghoa. Mereka bersama dengan kami bisa mempersatukan semuanya, jadi satu dengan wadahnya juga di tempat rumah ibadah Muslim

Rudy menambahkan bahwa kolaborasi ini menguatkan sinergi antara organisasi profesi dokter dan masyarakat untuk memperluas akses pelayanan kesehatan di tingkat lokal.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait