HMI Desak BPKP Audit Menyeluruh Keuangan Pemkab Deliserdang
Deliserdang — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Deliserdang, Fredy Dermawan, mendesak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit menyeluruh terhadap keuangan Pemerintah Kabupaten Deliserdang. Dorongan itu muncul menyusul laporan dugaan maladministrasi dan penyalahgunaan anggaran APBD dalam beberapa proyek pembangunan gedung kepolisian.
Desakan audit dan ruang lingkup pemeriksaan
Fredy meminta audit tidak hanya menyasar proyek tertentu, tetapi mencakup seluruh pos anggaran Pemkab Deliserdang. Ia menyoroti dana hibah serta anggaran kegiatan yang menurutnya perlu diaudit agar penggunaan APBD lebih akuntabel dan transparan.
"Kami minta BPKP turun untuk audit secara keseluruhan. Bukan hanya proyek tertentu, tapi semua pos anggaran Pemkab Deliserdang termasuk dana hibah dan anggaran kegiatan seperti HUT APKASI,"
Fokus temuan dan dugaan konflik kepentingan
Desakan ini dipicu laporan Lembaga Bantuan Hukum Medan terkait dugaan maladministrasi pada rehabilitasi gedung Satreskrim Polrestabes Medan dan pembangunan Kantor Polsubsektor Sunggal. Fredy juga menyoroti pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Hotel Brastagi Cottage, yang diduga merupakan milik keluarga Bupati Asri Ludin.
"Prinsipnya tidak boleh ada konflik kepentingan. Semua penggunaan uang rakyat harus sesuai aturan pengadaan dan bisa dipertanggungjawabkan. Biar tidak ada lagi spekulasi di tengah masyarakat,"
Permintaan penelusuran terhadap HUT APKASI
Fredy menekankan pentingnya keterbukaan soal kegiatan berskala besar. Ia meminta BPKP menelusuri sumber pendanaan, mekanisme penggunaan anggaran, serta output dari kegiatan HUT APKASI yang menurutnya "pasti menggunakan anggaran besar."
"Acara sebesar HUT APKASI pasti menggunakan anggaran besar. Masyarakat berhak tahu dari mana sumbernya, berapa, dan untuk apa saja. Semua harus clear,"
Kasus gaji guru PPPK yang tertunda
Selain anggaran pembangunan, Fredy juga menyoroti belum dibayarnya gaji 2.341 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu selama enam bulan dari APBD Deliserdang. Ia meminta agar keterlambatan pembayaran ini ikut menjadi bagian pemeriksaan BPKP untuk memastikan tidak ada masalah administrasi keuangan yang menyebabkan keterlambatan.
"Hak guru ini prioritas. Jangan sampai ada anggaran tapi tidak tersalurkan. Ini juga harus jadi bagian yang diaudit,"
Dampak dan langkah yang diharapkan
Fredy berharap audit menyeluruh dapat menghentikan spekulasi publik dan memastikan dana publik dikelola sesuai aturan. Ia menegaskan transparansi anggaran penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah.
Permintaan audit ini menempatkan tekanan pada pihak terkait untuk segera memberikan klarifikasi dan membuka data penggunaan anggaran kepada publik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kapolres Simalungun Imbau Warga Cegah Karhutla Agustus–September 2026
Kapolres Simalungun imbau warga cegah dan lapor dini jika menemukan titik api pada Agustus–September 2026.
USU Ajarkan Pembuatan Pupuk Organik Domba di Terusan Tengah
Dosen USU melatih petani-peternak di Terusan Tengah (22/8) mengolah limbah domba jadi pupuk organik untuk pe...
Jalan Sehat dan Pasar Murah HUT RI di Langkat, 29 Agustus 2026
APPSI dan Pemkab Langkat gelar jalan sehat dan pasar murah di Stadion Nur Cahya, 29 Agustus 2026, dengan doo...
IRT Diduga Jambret Kalung di Bandara Kualanamu, Berakhir Damai
Seorang IRT diduga menjambret kalung penumpang di eskalator Kualanamu, 25 Agustus; kasus berakhir damai sete...
Pencuri Motor yang Menjarah Ojol Disabilitas Ditembak di Medan
Pelaku pencurian motor milik pengemudi ojol penyandang disabilitas ditembak polisi karena melawan saat diama...
Maulid Nabi 1448H di Banda Aceh: Tausiah Ajak Jadikan Rasul Teladan
Bupati Aceh Besar hadiri Maulid Nabi 1448 H di Masjid Raya Baiturrahman; tausiah Dr. Misran Fuadi ajak umat...