Tiga Hakim PN Medan Dilaporkan ke KY atas Putusan PHI
Medan — Tiga hakim Pengadilan Negeri Medan dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) pada Kamis (9/7). Laporan diajukan kuasa hukum PT Torganda karena diduga putusan dalam tiga perkara perselisihan hubungan industrial tidak profesional dan bertentangan dengan peraturan.
Laporan resmi dan pihak pelapor
Pengaduan disampaikan oleh tim kuasa hukum PT Torganda, yakni Rinaldo Sinaga dan Rustam Efendi Pandiangan dari Kantor Hukum Sabar Ganda & Patners. Mereka menilai keputusan majelis dalam Perkara nomor 274, 277, dan 280/Pdt.Sus-PHI/2025/PN Mdn dibuat tanpa proses pemeriksaan dan penimbangan bukti yang layak.
"Kita melaporkan tiga hakim PN Medan berinisial ZH, MAG dan SD ke Komisi Yudisial karena memutus tiga perkara perselisihan hubungan industrial ... yang diduga secara tidak profesional,"
Alasan pelaporan
Menurut kuasa hukum, amar putusan hampir 100 persen sama dengan isi gugatan, seolah tidak ada proses pemeriksaan. Mereka juga menuduh majelis mengabaikan perjanjian damai yang sudah disepakati para pihak.
"Sebab putusan dinilai tidak sesuai dengan peraturan perundang–undangan yang berlaku serta tidak menggunakan hati nurani sebagai seorang hakim dalam memutus suatu perkara,"
Kuasa hukum menambahkan bahwa dua hakim anggota yang duduk dalam majelis tersebut sebelumnya sudah dikenai sanksi non-palu selama enam bulan dan teguran tertulis sejak April 2026, namun tetap hadir dalam persidangan hingga putusan dijatuhkan.
Dokumen dan proses pemeriksaan
Laporan kini dalam proses telaah oleh ahli pemeriksa di Komisi Yudisial. Pihak pelapor menyatakan telah menyerahkan dokumen tambahan, termasuk pengumuman Mahkamah Agung terkait sanksi hakim-hakim yang bermasalah.
- Hakim yang dilaporkan: ZH, MAG, SD
- Perkara: 274, 277, 280/Pdt.Sus-PHI/2025/PN Mdn
Tim kuasa hukum berharap KY dapat mengungkap fakta, mengakui kesalahan bila ada, dan menegakkan keadilan. Mereka menekankan pentingnya menjaga marwah peradilan agar tetap menjadi pelindung hak semua pihak.
"Harapan kami saat ini tertuju pada lembaga Komisi Yudisial agar kebenaran dapat dibongkar, kesalahan diakui dan keadilan ditegakkan kembali,"
Implikasi dan langkah selanjutnya
Laporan ini menyorot isu integritas hakim dalam menyelesaikan sengketa hubungan industrial. Proses di Komisi Yudisial akan menentukan apakah ada pelanggaran kode etik yang memerlukan sanksi disipliner lebih lanjut. Publik dan pihak terkait menunggu hasil telaah ahli KY sebagai langkah transparansi dan akuntabilitas peradilan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IRT Diduga Jambret Kalung di Bandara Kualanamu, Berakhir Damai
Seorang IRT diduga menjambret kalung penumpang di eskalator Kualanamu, 25 Agustus; kasus berakhir damai sete...
Pencuri Motor yang Menjarah Ojol Disabilitas Ditembak di Medan
Pelaku pencurian motor milik pengemudi ojol penyandang disabilitas ditembak polisi karena melawan saat diama...
Maulid Nabi 1448H di Banda Aceh: Tausiah Ajak Jadikan Rasul Teladan
Bupati Aceh Besar hadiri Maulid Nabi 1448 H di Masjid Raya Baiturrahman; tausiah Dr. Misran Fuadi ajak umat...
Warga Minta APH Usut Dugaan Korupsi Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara
Warga Aceh Tenggara mendesak APH usut dugaan korupsi proyek P3-TGAI; temuan kualitas rendah dan perencanaan...
Golkar: Sudah Dampingi Dhody Thahir Saat Status Tersangka Pemalsuan
Partai Golkar menyatakan telah mendampingi Dhody Thahir sejak awal setelah Polda Sumut menetapkan kadernya t...
Golkar: SK DPD Sumut Rampung, Pelantikan Tunggu Kehadiran Bahlil
Golkar pastikan SK DPD Sumut rampung dan pelantikan menunggu kehadiran Ketua Umum Bahlil, diperkirakan pekan...