Antrean Panjang, Solar Subsidi Rp6.800 Sulit Diperoleh di Padangsidimpuan
Padangsidimpuan — BBM subsidi Biosolar seharga Rp6.800 per liter sulit diperoleh di beberapa titik Kota Padangsidimpuan pada Rabu sore, 15 Juli. Pantauan pada pukul 16.05 WIB menunjukkan antrean panjang kendaraan umum dan truk di sejumlah SPBU, sehingga ketersediaan solar subsidi menjadi terbatas.
Antrean di beberapa SPBU
Antrean terlihat di beberapa stasiun pengisian bahan bakar, terutama di SPBU yang melayani rute angkutan barang dan umum. Di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Aek Tampang, antrean panjang kendaraan penumpang dan truk pengangkut barang mengular menjelang sore.
Di SPBU Jalan SM Raja, Kelurahan Sitamiang, antrian kendaraan umum dan truk bahkan mencapai persimpangan menuju Kampung Marancar. Kondisi serupa terpantau di SPBU Batunadua Ujung, Kecamatan Batunadua, di mana antrean panjang didominasi truk bermuatan berat dan angkutan umum.
Perbedaan antrean menurut jenis BBM
Sementara itu, kendaraan pribadi yang biasanya mengisi pertalite atau pertamax hanya mencatat antrean normal. Motor dan mobil penumpang tampak mengantri lebih singkat dibandingkan kendaraan yang menggunakan solar subsidi.
Pengisian dan titik antrean terpanjang
Di SPBU Sadabuan, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, terlihat mobil tangki yang sedang membongkar pasokan BBM untuk pengisian. Meski ada pengisian, antrean panjang tetap terlihat di pusat kota.
Antrean terpanjang tercatat di SPBU kawasan pusat kota, dengan barisan kendaraan yang terlihat mulai dari pangkal Jalan Pangeran Diponegoro hingga SPBU di Jalan Serma Lian Kosong.
Dampak dan catatan akhir
Kondisi antrean panjang ini membuat ketersediaan solar subsidi menjadi sulit dijangkau oleh sejumlah pengguna, khususnya angkutan umum dan truk. Perbedaan antrean antar jenis BBM juga terlihat jelas antara kendaraan berat yang memakai solar dan kendaraan pribadi yang mengisi pertalite atau pertamax.
Keadaan tersebut tercatat pada sore hari Rabu, 15 Juli, di beberapa SPBU di Kota Padangsidimpuan. Pemantauan menunjukkan pola antrean yang konsisten di lokasi-lokasi strategis tanpa perubahan signifikan hingga waktu pengamatan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Akademisi Minta Penyelesaian Menyeluruh Konflik Lahan PTPN IV Cot Girek
Dr T Saiful Bahri mendesak penyelesaian menyeluruh konflik lahan PTPN IV Cot Girek lewat dialog, pemulihan k...
Prof Muzakkir Dorong Qanun Larangan LGBTQ di Aceh
Prof Muzakkir mendorong Pemerintah Aceh dan DPRA menyusun qanun larangan praktik LGBTQ untuk menjaga pelaksa...
Polres Padanglawas Tangkap 184 Tersangka Kasus Narkoba
Polres Padanglawas tangkap 184 tersangka narkoba hingga pertengahan Juli 2026; 67 ditahan dan 117 menjalani...
Resmob Medan Tembak Dua Pelaku Spesialis Curanmor
Resmob Polrestabes Medan menembak dua pelaku spesialis curanmor setelah ditangkap terkait pencurian motor di...
Rakor TKD Tambahan 2026, Sumut Percepat Pemulihan Pasca Bencana
Rakor TKD Tambahan 2026 di Sumut kumpulkan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk percepat pem...
Dua Pemuda Didakwa Bawa Senjata Tajam di Belawan
Dua pemuda di Belawan disidang setelah ditangkap membawa pisau dan parang yang diduga untuk balas dendam ter...