Lokal

Angin Kencang Rusak 19 Rumah di Pematangbandar, Simalungun

Bagikan:
Rumah dengan atap seng rusak akibat angin kencang di Pematangbandar Simalungun

SIMALUNGUN - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa nagori di Kecamatan Pematangbandar, Kabupaten Simalungun, pada Minggu malam, 28 September 2026. Camat Pematangbandar, Pahot Siregar, menyatakan sekitar 19 rumah mengalami kerusakan, sebagian besar ringan pada bagian atap.

Kronologi kejadian

Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.30-24.00. Hujan deras mendahului kemudian angin kencang dengan durasi singkat namun berkecepatan tinggi menerjang permukiman warga.

Akibatnya, sejumlah lembar seng atap terlepas dan beterbangan. Beberapa pohon tumbang namun tidak menimpa rumah warga sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

"Jumlahnya sekitar 19 rumah. Tingkat kerusakannya semuanya rusak ringan terutama di bagian seng (atap). Yang rusak parah adalah gapura Nagori Wonorejo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,"

Dampak menurut lokasi

Pahot Siregar merinci sebaran rumah yang terdampak. Kerusakan paling banyak terjadi pada atap rumah dan fasilitas gapura di salah satu nagori.

  • Nagori Wonorejo: 5 rumah
  • Purwosari: 4 rumah
  • Pardomuan Nauli: 10 rumah

Kerusakan yang tercatat mayoritas bersifat ringan. Satu gapura di Nagori Wonorejo mengalami kerusakan parah.

Respons pemerintah kecamatan

Begitu menerima laporan, Camat dan unsur Forkopimca turun ke lokasi pada pagi hari Senin, 29 September 2026, untuk melakukan pemantauan dan pendataan.

"Begitu menerima informasi, kami bersama unsur Forkopimca lainnya pada Senin (29/9) pagi langsung melakukan monitoring ke lapangan. Melakukan pendataan dan melaporkannya ke BPBD Simalungun,"

Data yang dikumpulkan telah dilaporkan ke BPBD Kabupaten Simalungun dan diteruskan ke pimpinan daerah untuk tindak lanjut. Hingga kini, nilai kerugian materiil belum dapat dikalkulasi secara keseluruhan.

Imbauan dan potensi cuaca susulan

Pemerintah kecamatan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Kondisi cuaca masih berpeluang menimbulkan hujan disertai angin kencang.

Masyarakat diminta segera mencari tempat aman apabila muncul tanda-tanda angin puting beliung atau perubahan cuaca yang tiba-tiba.

Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah pendataan kerusakan dan estimasi kerugian selesai dilakukan oleh pihak berwenang.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait