Aceh Besar Siaga Antisipasi Angin Kencang, 16 Kejadian Tercatat
KOTA JANTHO — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meningkatkan kesiapsiagaan menyusul gelombang cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda sejak 4 Agustus. Rapat koordinasi digelar pada Kamis (6/8/2026) di Pos Induk Damkar BPBD Aceh Besar, Sibreh, untuk menyiapkan respons cepat terhadap laporan warga.
Rapat koordinasi dan arahan bupati
Rapat dipimpin Bupati H. Muharram Idris atau Syech Muharram bersama jajaran OPD, BPBD, Damkar, dan instansi terkait. Pertemuan ini fokus pada penguatan koordinasi lapangan dan kesiapan personel serta peralatan untuk penanganan darurat.
Keselamatan masyarakat adalah yang utama, seluruh personel harus tetap siaga dan memperkuat koordinasi di lapangan sehingga setiap kejadian dapat segera ditangani. Kita juga harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik selama kondisi cuaca ekstrem ini
Dampak dan sebaran kejadian
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Aceh Besar per Kamis 6 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, tercatat 16 kejadian di 8 kecamatan dan 14 gampong sejak 4 Agustus. Dampak sementara meliputi kerusakan bangunan dan pohon tumbang yang mengganggu akses transportasi.
- Kerusakan: 7 unit rumah warga dan 1 unit ruko
- Pohon tumbang: 8 titik yang sempat menutup jalan
- Waktu kejadian: sejak 4 Agustus, dilaporkan hingga 6 Agustus 2026
Beberapa lokasi terdampak meliputi Lampanah Tunong, Meunasah Lhok, Khaju, Baet, Geu Gajah Mata Ie, dan Payatieng. Titik pohon tumbang tercatat di Sibreh Keumudee, Reuloh, Aneuk Glee, Lam Awee, dan Rumpet.
Respons dan penanganan di lapangan
BPBD Aceh Besar bersama Damkar, TKSK Dinas Sosial, TNI, Polri, dan warga melakukan pembersihan pohon tumbang serta membuka akses jalan. Tim juga mendata kerusakan bangunan untuk rencana perbaikan dan bantuan lebih lanjut.
Petugas menfokuskan tindakan pada keselamatan warga dan pemulihan akses transportasi, termasuk ruas Jalan Nasional Banda Aceh–Medan yang sempat terhambat.
Peringatan dan kesiagaan berkelanjutan
Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi angin kencang dapat terjadi tiba-tiba pada siang, sore, maupun malam hari.
Pemkab memastikan seluruh personel dan peralatan penanggulangan bencana tetap disiagakan untuk memberikan respons cepat jika cuaca ekstrem kembali meningkat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
ASPERA Mini Studio: Transformasi Digital Pembelajaran Speaking SAS
ASPERA Mini Studio hadir sebagai sistem pembelajaran speaking digital di SAS, memadukan studio, multimedia,...
Subulussalam Beringin Menuju Desa Definitif, BIG Lakukan Verifikasi Batas
Desa Persiapan Subulussalam Beringin menjalani verifikasi batas wilayah oleh BIG setelah peroleh kode regist...
Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Lonjakan Perceraian dan Kekerasan Anak
Ketua DPRK Banda Aceh kunjungi Mahkamah Syar'iyah, soroti lebih dari 300 perkara perceraian Jan–Sep 2026 dan...
DP3APM Copot 5 Kepling, 2 Lainnya Tunggu Keputusan Ombudsman
DP3APM Tebingtinggi mencopot 5 kepling pada 1 Oktober; dua lainnya menunggu keputusan Ombudsman setelah meng...
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...