Lokal

DPRD Sumut Desak Pengawasan Ketat Kasus Kematian WLG di Medan

Bagikan:
Ilustrasi pengawalan kasus hukum dan penyelidikan forensik di Medan

Medan — Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara, Irham Buana Nasution, mendesak agar berbagai lembaga segera mengawal proses penyelidikan atas kematian WLG di Perumahan Bumi Asri, Kota Medan. Pernyataan itu disampaikan Jumat (7/8) untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pemeriksaan.

Desakan pengawalan lintas lembaga

Irham meminta lembaga perlindungan perempuan, dinas pemberdayaan perempuan dan anak, Ombudsman, serta unsur penegak hukum turun tangan. Tujuannya agar proses penanganan perkara tidak sekadar cepat tetapi juga tuntas dan terbuka.

"Kami meminta seluruh pihak ikut mengawal kasus ini agar dibuka selebar-lebarnya. Jika nantinya ditemukan unsur tindak pidana, baik pembunuhan maupun tindak pidana lainnya, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Yang paling penting, keluarga korban berhak mendapatkan kepastian dan kejelasan mengenai penyebab kematian korban," kata Irham.

Kejanggalan dalam proses awal

Irham menegaskan aparat penegak hukum tidak boleh terburu-buru menyimpulkan peristiwa itu sebagai bunuh diri. Ia menilai ada rangkaian peristiwa yang perlu diusut, termasuk dinamika rumah tangga korban yang berujung perceraian dan upaya ajakan rujuk.

Menurutnya, pola kejadian yang saling berkaitan harus diselidiki secara profesional agar tidak ada fakta yang terlewat.

Dugaan tanda kekerasan dan keberadaan senjata

Di tengah perhatian publik, beredar informasi adanya tanda-tanda kekerasan seperti memar dan lebam pada tubuh korban. Irham mendesak bukti itu diperiksa secara forensik dan ilmiah.

"Menurut kami, ada dugaan-dugaan awal yang harus didalami, apalagi kemudian muncul informasi adanya tanda-tanda kekerasan seperti memar dan lebam pada tubuh korban. Semua itu harus dibuktikan melalui penyelidikan yang mendalam, bukan langsung dikesampingkan," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan kondisi di lokasi kejadian, yakni kabar tentang senjata api milik anggota kepolisian yang ditempatkan di atas meja. Irham menyebut itu janggal dan berpotensi menjadi faktor yang harus diselidiki karena ada anggota keluarga, termasuk anak, di sekitar lokasi.

Harapan agar penyelidikan objektif

Irham meminta Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, dan Polsek Medan Sunggal mengedepankan asas kehati-hatian dan profesionalisme dalam penyidikan. DPRD Sumut berharap seluruh fakta diungkap secara objektif sehingga keadilan bagi korban dan keluarga dapat terwujud.

Kasus ini masih menjadi perhatian publik, dan upaya pengawalan oleh berbagai pihak dinilai penting untuk mencegah simpang siur informasi serta memastikan proses hukum berjalan transparan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait