Pupuk Kaltim Operasikan Pabrik Ammonia-2 Penuh, Hemat Emisi 110 Ribu Ton
PT Pupuk Kalimantan Timur menyatakan siap mengoperasikan penuh Ammonia Pabrik-2 di Bontang setelah sukses melewati uji kinerja selama 168 jam pada Rabu, 26 Agustus 2026. Modernisasi pabrik ditujukan untuk menurunkan konsumsi energi, memangkas emisi karbon, dan meningkatkan kapasitas produksi sebagai dukungan ketahanan pangan nasional.
Hasil uji kinerja dan jadwal operasional
Manajemen melaporkan seluruh parameter operasional terpenuhi secara optimal selama pengujian 168 jam. Setelah fase verifikasi ini, pabrik memasuki tahap operasional komersial penuh dengan skema produksi yang ditingkatkan.
"Kami tidak hanya memastikan Ammonia Pabrik-2 kembali beroperasi, tetapi juga menghadirkan kinerja fasilitas produksi yang lebih efisien dan andal. Hasil pengujian kinerja selama 168 jam menunjukkan bahwa seluruh parameter operasional berhasil dipenuhi secara optimal," ujar Rafli Yandra.
Dampak lingkungan dan efisiensi energi
Revamping fasilitas menghasilkan pengurangan konsumsi energi dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Perbaikan ini diproyeksikan menurunkan emisi hingga 110.000 ton CO2 per tahun, sekaligus menekan biaya operasi.
Data teknis dan efisiensi biaya
Perubahan teknis yang dilakukan mencatatkan peningkatan efisiensi produksi dan penghematan biaya. Perusahaan memperkirakan efisiensi biaya mencapai sekitar 14,3 juta dolar AS per tahun berkat penurunan konsumsi energi dan optimasi proses.
| Parameter | Sebelum | Sesudah | Satuan |
|---|---|---|---|
| Konsumsi energi | 39,28 | 35,25 | MMBTU/ton amonia |
| Kapasitas produksi (rata-rata) | 1.767 | 1.841 | ton per hari |
| Reduksi emisi | - | 110.000 | ton CO2 per tahun |
| Estimasi penghematan biaya | - | 14.300.000 | USD per tahun |
Teknologi dan dukungan regulasi
Pembaruan mencakup otomatisasi sistem kontrol berbasis digital Distributed Control System untuk meningkatkan keandalan operasi. Proyek revitalisasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dan dukungan regulasi dalam upaya meningkatkan daya saing industri pupuk.
Implikasi terhadap pasokan dan proyek lanjutan
Peningkatan output amonia menjadi rata-rata 1.841 ton per hari memperkuat pasokan bahan baku utama untuk produksi pupuk urea. Perusahaan juga menegaskan langkah efisiensi akan berjalan paralel dengan proyek strategis lain, termasuk pembangunan Pabrik Soda Ash dan pengembangan kawasan industri pupuk di Bontang.
Dengan rampungnya uji kinerja dan penerapan teknologi baru, Pupuk Kaltim diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan pupuk sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...